nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo Para Honorer di DPRK Bener Meriah Ricuh, Bupati Dilempari Botol

Zuhri Noviandi, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 20:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 02 340 1839104 demo-para-honorer-di-dprk-bener-meriah-ricuh-bupati-dilempari-botol-xblskkwtFZ.jpeg Ricuh demo honorer di Bener Meriah (Istimewa)

BANDA ACEH - Tenaga honorer dan kontrak dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengamuk saat beraudiensi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah dan bupati setempat Ahmadi. Beberapa peserta meleparkan botol air mineral ke bupati.

Awalnya unjuk rasa para honorer ke Gedung DPRK Bener Meriah untuk mempertanyakan soal SK pemberhentian mereka berlangsung damai, Selasa (2/1/2018). Mereka bahkan beraudiensi langsung dengan anggota DPRK dan bupati.

Kemarahan para tenaga honorer itu diduga dipicu oleh pimpinan sidang Darwinsyah yang juga anggota DPRK yang tidak memberi kesempatan kepada sejumlah anggota dewan lainnya untuk berbicara. Mereka memilih keluar dari ruangan karena kecewa.

Beberapa menit setelah anggota dewan keluar, seratusan tenaga honorer dan kontra yang ikut audiensi mulai ribut hingga kericuhan pun tak dapat dibendung. Beberapa peserta lalu melepar botol air mineral ke arah pimpinan sidang dan bupati.

Namun situasi itu tidak berlangsung lama. Petugas kepolisian dan satpol PP yang ada di sana langsung mengamankan orang yang melempar botol.

Setelah situasi tenang, audiensi dilanjutkan kembali dengan mendengar penjelasan Bupati Ahmadi terkait penerbitan SK tentang rasionalisasi tenaga non PNS di Bener Meriah.

 

Demo honorer di Bener Meriah (Istimewa)

Ahmadi menjelaskan, keputusan yang diambil oleh pemerintah tentang penerbitan SK rasionalisasi itu untuk membongkar bermacam persoalan yang selama ini terjadi diantaranya terkait honorer fiktif.

"Ada ratusan honorer fiktif yang tercatat di berbagai instansi pemda Bener Meriah dan gaji honorer fiktif dimakan oleh oknum tertentu seteleh sekian lama," katanya di depan para honorer dan tenaga kontral.

Untuk membongkar itu, Ahmadi berinisiatif memberhentikan dulu para tenaga honorer dan kontrak. Ia berjanji setelah dirasionalisasi, maka SK pengangkatan bagi yang lulus akan diterbitkan sebelum Maret 2018.

"Merumahkan kalian sementara waktu untuk membongkar permainan tersebut, hingga akhirnya nanti tenaga honorer lebih ideal sesuai dengan keperluan di setiap instansi," sebut Ahmadi.

Sebelumnya, kedatangan para tenaga honorer dan kontrak ke gedung DPRK Bener Meriah akibat dikeluarkannya SK Nomor Peg.800/597/2017, oleh Bupati Bener Meriah, Ahmadi terkait dengan rasionalisasi tenaga non PNS di kabupaten tersebut.

Bupati Bener Meriah berencana merasionalkan 4.286 tenaga honorer dan 826 tenaga bakti yang dinilai telah membebani anggaran sekitar Rp21,3 miliar anggaran pemerintah tiap tahunnya.

Berdasarkan SK tersebut tenaga honorer dan kontrak akan dirumahkan per 1 Januari 2018, terkecuali tenaga honorer cleaning service, pemadam kebakaran, Satpol PP/WH, honorer katagori 2, penjaga kantor, petugas kebersihan dan teknis tertentu.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini