nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penuhi Panggilan Polisi, Penerima Ginjal di Malang Dicecar 33 Pertanyaan soal Transplantasi

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 22:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 02 519 1839132 penuhi-panggilan-polisi-penerima-ginjal-di-malang-dicecar-33-pertanyaan-soal-transpantasi-w2BYdYrJDS.jpg Kuasa Hukum Penerima Ginjal di Malang (foto: Avirista Midaada/Okezone)

MALANG - Permasalahan dugaan penipuan dari transplantasi ginjal di Malang terus berlanjut, kali ini giliran penerima ginjal Erwin Susilo (40) warga Jalan Kaliurang, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang menjalani pemeriksaan di unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Polres Malang Kota, Selasa (2/1/2018).

Didampingi tim kuasa hukumnya, Maskur dan Suwito Erwin pemeriksaan dilakukan 5 jam sejak pukul 09.00 WIB. Tercatat 33 pertanyaan dilayangkan penyidik guna mendalami dugaan kasus jual beli organ ginjal.

(Baca Juga: Penjelasan RSUD Syaiful Anwar soal Dugaan Penipuan Jual Beli Ginjal)

"Hari ini, klien kami jalani pemeriksaan. Ini terkait dengan laporan pendonor ginjal yang telah melaporkan adanya dugaan kasus perdagangan manusia," tutur Maskur, kuasa hukum Erwin usai mendampingi pemeriksaan.

(foto: Avirista Midaada/Okezone)

Ia menambahkan, beberapa pertanyaan di antaranya kronologi pelaksanaan operasi oleh RSUD Syaiful Anwar Malang. Bahkan penyidik juga menanyakan perkenalkannya dengan Ita Diana, termasuk bagaimana keduanya dipertemukan dengan RSUD Syaiful Anwar.

Pihaknya menyatakan awalnya kliennya tak mengenal pendonor ginjal. Kliennya awalnya merupakan pasien di RS Persada. Pihak dokter yang mengenalkan antara kedua belah pihak termasuk pelaksanaan operasi di rumah sakit plat merah milik pemerintah.

"Bahkan yang mengatur konsep sesuai standard operasional prosedur tranplantasi ginjal, adalah dari pihak tim dokter," ungkapnya saat ditemui di Polres Malang Kota.

Ia juga mengklaim kliennya sudah memenuhi arahan rumah sakit dengan memberikan Rp15 juta setiap bulan selama 3 bulan dengan rincian uang BPJS sebesar Rp5 juta serta uang tali asih sebesar Rp20 juta. Selain itu, saat kontrol, Ita diberi Erwin sekira Rp500 ribu sekitar 3 kali kontrol.

"Jadi klien saya sudah memberikan sebanyak Rp70 juta serta saat kontrol diberi Rp500 ribu sekitar 3 kali," imbuhnya.

Terkait adanya 'mahar' Rp350 juta yang dijanjikan kliennya ke pendonor ginjal, ia merasa tidak tahu bahkan tak merasa memberikan janji apa-apa.

Maskur menyadari, masalah organ tubuh tidak bisa dihargai dengan uang. Untuk itu ia berharap, untuk tidak menambah masalah sehingga malah membuat resah.

Sementara itu, pihak RSSA melalui Legal Consultant RSUD Syaiful Anwar, Eko Budhi Prasetyo dan Ketua Komite Etik dn Hukum, Putu Moda Arsana, mengungkapkan pelaksanaan audit medik secara internal sudah mencapai 80 persen. Diperkirakan audit internal akan selesai pada akhir Januari 2018.

(Baca Juga: Kuasa Hukum Penerima Ginjal Klaim Tak Ada Perjanjian Nominal Rp350 Juta ke Ita Diana)

Sebelumnya, dugaan kasus jual beli ginjal menyeruak saat seorang wanita Ita Diana warga Kota Batu mengaku tertipu setelah dijanjikan akan dibayar Rp 350 juta setelah mendonorkan ginjalnya. Nominal sebesar itu merupakan uang Ita yang menurut pihaknya akan dibayar oleh penerima ginjal, Erwin Susilo.

Pihak kepolisian, pada 24 Desember 2017 sebelumnya telah memeriksa Ita Diana selaku pendonor ginjal di rumahnya di Kota Batu.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini