Image

Filipina Kembali Dilanda Cuaca Buruk, 2 Orang Tewas

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Rabu 03 Januari 2018, 03:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 03 18 1839180 filipina-kembali-dilanda-cuaca-buruk-2-orang-tewas-fbMaOhJkQE.jpg Banjir di Filipina. (Foto: AFP)

MANILA - Hujan disertai angin kencang yang memicu banjir kembali melanda Filipina. Banjir juga dilaporkan memicu tanah longsor dan menyebabkan sedikitnya dua orang tewas. Bencana ini terjadi tak lama setelah Filipina dihantam badai mematikan selama musim Natal atau pada Desember 2017.

Kematian dilaporkan terjadi di Pulau Cebu di mana seorang wanita paruh baya tertimbun longsor. Korban lainnya diketahui berjenis kelamin laki-laki. Korban kedua meninggal setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat berkendara dalam kondisi listrik padam dan dihantam angin kencang.

BACA JUGA: Korban Tewas Badai Filipina Bertambah, 159 Orang Masih Hilang

Badan Metereologi Filipina memperingatkan bahwa, cuaca buruk tersebut akan bergerak ke pulau wisata Palawan dengan kecepatan angin 65 kilometer per jam demikian sebagaimana dilansir dari AFP, Rabu (3/1/2018).

"Para penduduk benar-benar sedih, sangat sulit bahwa kita harus menghadapi tiga badai yang datang satu demi satu. Orang telah kehilangan mata pencaharian mereka dan tidak beristirahat sejak Natal," ujar seorang petugas informasi Pulau Palawa, Gil Acosta.

Sebelumnya, Filipina dihantam dua badai mematikan yaitu Badai Tropis Kai-Tak dan Badai Tropis Tembin. Badai Tropis Kai-Tak yang menghantam pada pertengahan bulan lalu telah menewaskan 47 orang. Sementara Badai Tropis Tembil telah memakan korban 240 korban jiwa di selatan Pulau Mindanao.

BACA JUGA: Korban Bencana Badai Tropis Filipina Bertambah, 200 Orang Tewas

Selain menyebabkan dua orang tewas, bencana yang datang mengawali tahun 2018 ini juga telah membuat ribuan orang lainnya mengungsi. Sekira 4.000 orang di Filipina tengah telah pindah ke tempat yang lebih aman untuk menghindari angin kencang dan banjir.

"Ada banjir terus-menerus di beberapa kota di mana banjir dari badai sebelumnya masih belum surut," terang juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Julius Regner.

Filipina memang kerap dilanda badai setiap tahunnya. Sedikitnya terdapat 20 badai yang menghantam dan beberapa di antaranya mematikan.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini