nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angka Kemiskinan Warga di Banten Terus Naik Dalam Waktu 7 Bulan

Rasyid Ridho , Jurnalis · Rabu 03 Januari 2018 04:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 03 340 1839184 angka-kemiskinan-warga-di-banten-terus-naik-dalam-waktu-7-bulan-OmV8tJxCq5.jpg Warga miskin (foto: Okezone)

SERANG - Dalam kurun waktu tujuh bulan angka kemiskinan di Provinsi Banten bertambah sebanyak 24,79 ribu orang. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan bulan Maret 2017 yakni sebanyak 675,04 ribu menjadi 699,83 ribu orang pada bulan September 2017.

Kepala BPS Banten Agoes Soebeno mengatakan, angka kemiskinan tersebut diketahui bertambah berdasarkan Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan bulan September 2017 lalu.

"Persentase penduduk miskin baik di daerah perkotaan maupun perdesaan mengalami peningkatan," kata Agoes melalui keterangan resminya.

Dia menjelaskan, persentase penduduk miskin di perkotaan naik dari 4,52 menjadi 4,69 dan persentase penduduk miskin di pedesaan naik dari 7,61 pada Maret 2017 menjadi 7,81 pada September 2017.

Sementara itu, Jumlah penduduk miskin baik di daerah perkotaan maupun perdesaan juga mengalami peningkatan. Di perkotaan bertambah 24,64 ribu orang dari 391,03 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 415,67 ribu orang pada September 2017.

"Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan hanya bertambah sebanyak 160 orang dari 284,00 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 284,16 ribu orang pada September 2017," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa, peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi non makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Pada September 2017, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan tercatat sebesar 70,92 persen sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 70,47 persen.

Lima komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging sapi dan daging ayam ras. Di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, roti dan mie instan.

"Untuk komoditi non makanan penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di perkotaan dan perdesaan adalah sama yaitu biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi," tandasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini