nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyolong Ikan 1 Ton di Selat Malaka, Nelayan Thailand Dituntut Rp200 Juta

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 01:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 03 340 1839704 nyolong-ikan-1-ton-di-selat-malaka-nelayan-thailand-dituntut-rp200-juta-odhdsC7Kpc.jpg foto: Illustrasi Okezone

MEDAN - Seorang nelayan asal Thailand bernama Kitiphob Chiangsi, dituntut dengan pidana denda senilai Rp200 Juta subsider 6 bulan kurungan penjara.

Nahkoda Kapal Motor (KM) PPF 729 GT 51,04 milik warga negara Malaysia itu, dituntut denda setelah sebelumnya didakwa telah melakukan pencurian sebanyak 1.115 kilogram ikan di perairan Selat Malaka yang termasuk Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia pada 12 Oktober 2017 lalu.

Perbuatan tersebut melanggar ketentuan pada Pasal 92 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 serta Pasal 93 dan Pasal 85 Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perikanan.

Pembacaan tuntutan terhadap Kitiphob dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ruji Wibowo, dalam persidangan yang digelar di ruang Cakra III, Pengadilan Negeri Medan, Rabu (3/1/2018) siang.

"Meminta majelis yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menjatuhkan kepada terdakwa, pidana denda senilai Rp200 Juta. Apabila tidak membayar, haruslah dipenjara selama 6 bulan,"sebut Jaksa dari Kejaksaan Negeri Belawan itu.

Jaksa Ruji juga menuntut agar satu unit kapal motor yang ditangkap bersama terdakwa untuk disita dan dimusnahkan. Sementara ikan hasil curian terdakwa dilelang untuk kemudian diserahkan ke negara.

"Kapal saat ini berada di Belawan, nanti setelah inkrah akan dimusnahkan. Untuk ikan sudah dilelang seharga Rp1 juta lebih dan uangnya telah disetorkan ke negara," terang Jaksa Ruji.

Sebelumnya dalam dakwaan Jaksa, diketahui bahwa Kitiphob ditangkap pada 12 Oktober 2017 lalu oleh petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang sedang patroli dengan menggunakan kapal KP. TAKA – 3010.

Saat itu petugas mendeteksi keberadaan KM PPF 729 GT 51,04 tanpa bendera, yang dinahkodai Kitiphob Chiangsi tengah berada di Perairan ZEE Indonesia atau tepatnya di Selat Malaka pada koordinat 040 20’ 00” U – 990 07’ 00” T. Kemudian, melakukan penangkapan ikan, persis diperairan kawasan Belawan, Kota Medan.

Kemudian petugas melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut hingga akhirnya berhasil memberhentikannya. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan dan ditemukan terdakwa bersama tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) yang juga merupakan warga negara Thailand.

Selain itu, kapal tersebut tidak memiliki dokumen dari Pemerintah Indonesia berupa Surat Perintah Berlayar (SPB), sehingga tidak memiliki izin untuk beraktifitas di perairan Indonesia. Dengan itu, terdakwa bersama kapal dinakodahinya diamankan petugas.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini