Australia Sebut Ada Latihan Militer Rusia di Papua, Ini Klarifikasi Kemlu

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 04 Januari 2018 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 04 18 1840096 australia-sebut-ada-latihan-militer-rusia-di-papua-ini-klarifikasi-kemlu-9SxWFhBBs6.jpg Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir (Kiri). (Foto: Rahman Asmardika/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) mengonfirmasi isu mengenai insiden melintasnya pesawat pengebom nuklir Rusia di atas langit Indonesia yang memicu reaksi dari Australia. Juru Bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir membenarkan terjadinya insiden tersebut. Namun, dia membantah kabar yang menyatakan bahwa kejadian itu merupakan bagian dari sebuah latihan militer Rusia di wilayah Papua.

"Saya belum dengar ada latihan militer Rusia di Papua. Yang saya tahu ada pesawat militer Rusia yang melewati wilayah Indonesia," kata Arrmanatha menjawab pertanyaan media dalam pertemuan pers mingguan, Kamis (4/1/2018).

BACA JUGA: Kedatangan Tamu Istimewa, Pesawat Pembom Rusia Berjuluk 'Bear' Mendarat di Indonesia

Pada Desember lalu, dua pesawat Ilyushin 76MD dan dua pengebom strategis TU-95MS milik militer Rusia mendarat di pangkalan udara di Biak, Papua. Kedatangan pesawat-pesawat Negeri Beruang Merah itu sempat menjadi perhatian media dan publik Indonesia.

Namun, kedatangan keempat pesawat itu menimbulkan kekhawatiran bagi Australia yang menyatakan bahwa Rusia tengah melakukan latihan navigasi militer di Papua. Media Australia, ABC bahkan menyebutkan bahwa pangkalan angkatan udara Australia (RAAF) di Darwin sempat memasuki keadaan siaga tinggi menyusul kedatangan pesawat-pesawat Rusia tersebut.

BACA JUGA: Wiranto Akui Tahu Adanya Latihan Militer Rusia di Papua

Dalam peringatan yang dikeluarkan Departemen Pertahanan Australia disebutkan bahwa "pangkalan udara Darwin mempertahankan tingkat kesiapan yang sesuai untuk merespons keadaan yang berkembang.” Disebutkan juga saat pesawat Rusia sedang melakukan latihan tersebut, tidak ada pesawat asing lain yang berada di wilayah udara Australia.

Pihak Rusia melalui Kementerian Pertahanannya menyatakan bahwa penerbangan yang dilakukan oleh keempat pesawatnya dilakukan sesuai dengan peraturan internasional tanpa melanggar wilayah udara dan perbatasan negara lain.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini