nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Latih Kemandirian Anak Tunagrahita, Mahasiswa Kembangkan Based Busy Book

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Sabtu 06 Januari 2018 11:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 04 65 1840088 latih-kemandirian-anak-tunagrahita-mahasiswa-kembangkan-based-busy-book-wVFF1Dobjl.jpeg Foto: Dok UNY

JAKARTA – Anak dengan tunagrahita memiliki kondisi yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Kelainan dalam perkembangan mental yang disebabkan oleh rendahnya tingkat kecerdasan membuat anak tunagrahita memerlukan penanganan khusus yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan mereka.

Menilik masalah tersebut, dua mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Asfin Herminda Ratnaningsih dan Trisna Yulianto mengembangkan ‘Based Busy Book’ sebagai upaya meningkatkan kemandirian anak tunagrahita dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Based Busy Book dimaksudkan untuk membantu anak dalam membina dirinya sendiri. Melalui buku ini, anak-anak bisa melakukan kegiatan secara pribadi, namun masih berkaitan dengan hubungan antarmanusia. Pembinaan ini diprogram untuk melatih kemandirian anak-anak tunagrahita.

“Busy Book adalah buku yang membuat ‘sibuk’. Busy book meliputi halaman sampul dengan sesuatu yang menggembirakan untuk anak, halaman menggunakan kain berwarna krem atau warna yang terang, isinya berupa buah, tas, pelampung, tenda, sepatu, dan bunga,” jelas Asfin, seperti dilansir dari laman UNY, Sabtu (6/1/2018).

Busy Book didesain menggunakan pendekatan visual berupa gambar benda-benda 3D yang mengedepankan teknik praktik, misalnya, penggunaan resleting dalam gambar baju agar mereka mengerti cara kerja benda tersebut saat memakai pakaian sungguhan.

“Media ini memberikan pembelajaran kegiatan keseharian secara umum berupa memakai baju, celana, sepatu dan lain-lain,” imbuh Trisna.

Salah satu rekan merekja, Fitri Ekasari menambahkan, “Kegiatan ini juga dapat diajarkan sambil bermain sekaligus dapat digunakan untuk melatih motorik halus anak.”

Kendati telah dirancang semenarik mungkin, inovasi ini tetap membutuhkan peran guru dan orang tua untuk memberi stimulus agar mereka mau berkegiatan dengan Based Busy Book. Media pembelajaran karya mahasiswa ini telah mendapat sejumlah penghargaan, di antaranya juara pertama LKTI dalam rangka Hari Difabel Internasional di Surakarta.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini