Mahasiswa Ciptakan Aplikasi untuk Bantu Nelayan Memasarkan Ikan

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Sabtu 06 Januari 2018 17:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 04 65 1840117 mahasiswa-ciptakan-aplikasi-untuk-bantu-nelayan-memasarkan-ikan-7l0GyOji6W.jpg Foto: Dok IPB

JAKARTA – Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki hasil laut yang kaya dan berpotensi meningkatkan perekonomian. Sayang, minimnya kemampuan nelayan dalam menyalurkan langsung tangkapan mereka sering menjadi penghambat lajunya roda perekonomian yang lancar.

Menilik masalah tersebut, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Mahsyar Taufiq dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Faiz Ahmad Ghozy dari Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) bertukar pikir dalam menciptakan aplikasi bernama ‘Find (Fisherman Friend): Strategi Tepat Guna sebagai Upaya Pengembangan Potensi Perikanan dan Kelautan di Kecamatan Mamuju’.

"Gagasan ini masuk ke dalam kelompok karena ada kebutuhan untuk memperbaiki kondisi sumber daya perikanan dan kondisi kemiskinan nelayan di kecamatan Mamuju dan kondisi program pemerintah yang belum berjalan dengan baik dalam mengatasi masalah nelayan,” tutur Mahsyar, seperti dilansir dari laman IPB, Sabtu (6/1/2018).

(Baca juga: Meneropong Nasib Trisakti dan UNJ di 2018)

Aplikasi berbasis Android ini dirancang sebagai forum yang mempertemukan para nelayan dengan investor untuk membangun kemitraan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Akses diberi kepada nelayan untuk mengatur laju modal dan penjualan produk perikanan secara online.

Kecamatan Mamuju dipilih karena letaknya berhadapan langsung dengan Selat Makassar yang merupakan salah satu pemasok ikan ke berbagai wilayah di Sulawesi Barat.

“Proyek penelitian yang kami lakukan di Kabupaten Mamuju menunjukkan bahwa perairan sekitar memiliki beragam ikan seperti tuna, cakalang, makarel, kerapu, dan kakap. Skipjack adalah spesies tuna yang paling banyak namun kurang dimanfaatkan di daerah ini karena kurangnya teknologi penangkapan ikan,” lanjutnya.

Mereka berharap, inovasi ini dapat diimplementasikan dan mendapat dukungan dana dari pemerintah. Atas penemuan ini, keduanya dianugerahi gelar juara dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di PSP Working Contest, Universitas Riau.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini