nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gedung Baru Sekretariat ASEAN Dibangun di Atas Tanah Hibah Pemprov DKI

Hotlas Mora Sinaga, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018 13:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 05 18 1840530 gedung-baru-sekretariat-asean-dibangun-di-atas-tanah-hibah-pemprov-dki-vBsGJ4JVAV.jpeg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Dika/Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bersama Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, meresmikan pembangunan Gedung baru Sekretariat ASEAN (ASEC) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nantinya, gedung yang merupakan kontribusi Pemerintah Indonesia itu dapat memperkuat ASEAN sekaligus lokasi berbagai pertemuan ASEAN yang selama ini diselenggarakan di berbagai negara sekaligus menonjolkan aspek Jakarta sebagai Ibu Kota yang memiliki banyak perwakilan diplomatik.

BACA JUGA: Sekretariat ASEAN akan Punya Gedung Baru, Ini Penampakannya

Anies mengatakan, gedung dengan luas tanah 11.369 meter persegi ini awalnya merupakan kantor Walikota Jakarta Selatan. Lokasi kantor wali kota tersebut kemudian dihibahkan kepada Kementerian Luar Negeri yang kembali memberikannya kepada ASEAN untuk menjadi lokasi gedung ASEC

"Lokasi ini kemudian dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Kementerian Luar Negeri yang kemudian memberikan ini kepada Sekretariat ASEAN dan menjadi wilayah ASEAN nantinya," kata Anies saat ditemui di upacara peletakan batu pertama gedung ASEC, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/1/2018).

Pembangunan gedung ini, jelas Anies, ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018. Nantinya, gedung tersebut akan dipakai untuk berbagai macam kegiatan diplomatik negara-negara ASEAN.

Dia menambahkan, gedung ini menjadi penting, menurut Anies, karena salah satu aspek dari kota Jakarta yang harus kembali ditonjolkan. "Tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki perwakilan diplomatik sebanyak Jakarta," ujarnya.

Sementara Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, mengatakan Gedung Sekretariat ASEAN baru ini mengambil tema green building. Selain itu, karena dibangun di Jakarta, gedung ini akan menonjolkan budaya Betawi.

Ia menjelaskan, anggaran yang dikeluarkan untuk proyek pembangunan tersebut sekira Rp500 miliar. Semua biaya pembangunan ditanggung Indonesia dan diperkirakan memakan waktu 395 hari.

Sebagai informasi, gedung baru yang rencananya akan terdiri dari dua menara. Masing-masing gedung memiliki 16 lantai. Gedung ini akan memiliki beberapa ruang pertemuan terdiri dari satu aula utama  yang mampu menampung 650 orang, 16 ruang konferensi dan serba guna yang masing-masing berkapasitas 50 kursi. Selain itu masing-masing negara anggota akan memiliki ruangan delegasi sendiri.

BACA JUGA: Indonesia Bangun Gedung Megah untuk Sekretariat ASEAN

Menlu Retno mengatakan, gedung baru ini juga akan memiliki sebuah ruang publik yang menampilkan sejarah ASEAN bagi pengunjung yang datang. Ruangan dengan fungsi serupa juga ada di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat (AS).

"Perlu juga ada satu ruangan untuk public space yang akan memungkinkan publik untuk berkunjung untuk juga berkunjung ke Gedung ASEAN untuk melihat sejarah ASEAN dan kerja ASEAN seperti yang dilakukan gedung PBB di New York," ungkap Retno.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini