Share

Ibu Tuntut Anaknya yang Dokter Gigi Ganti Biaya Pendidikan Rp777 Juta

Febrianto, Okezone · Sabtu 06 Januari 2018 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 05 18 1840791 ibu-tuntut-anaknya-yang-dokter-gigi-ganti-biaya-pendidikan-rp777-juta-JhesEDM3mB.png (Foto: Wikimedia Commons)

TAIWAN - Seorang dokter gigi Taiwan baru-baru ini diperintahkan untuk membayar 1 juta dollar Taiwan atau sekitar Rp457 juta kepada ibunya untuk mengganti biaya pendidikan yang telah dikeluarkan.

Sang ibu, yang dikenal hanya sebagai "Luo", harus membesarkan kedua anaknya sendiri, setelah menceraikan suaminya. Pada suatu saat dia menjadi khawatir bahwa meskipun semua pengorbanannya, anak-anaknya akan gagal menjaganya di usia tuanya, jadi dia memutuskan untuk mendapatkan asuransi.

Seperti yang dikutip dari New York Times, pada tahun 1997, ketika anak-anaknya belajar untuk menjadi dokter gigi, dia meminta mereka untuk menandatangani sebuah kontrak yang secara jelas menetapkan bahwa mereka setuju untuk membayar bagian dari pendapatan mereka sampai jumlah tersebut menutupi kira-kira 1,7 juta dolar Taiwan atau sekitar Rp777 juta, sebagai kompensasi atas uang yang dia habiskan untuk biaya pendidikan dan perawatan anak.

Mereka berdua melakukannya, tapi salah satu dari mereka gagal menghormati kesepakatan tersebut, jadi sang ibu membawanya ke pengadilan.

Dua anak laki-laki Luo menjadi dokter gigi pada tahun 2003, dan awalnya setuju untuk menghormati kontrak mereka, membayar ibu mereka 60% dari pendapatan mereka. Agar adil, mereka bekerja di klinik giginya, yang telah dibukanya dengan bantuan keuangan dari keluarganya.

Tapi, setelah beberapa saat, mereka rupanya memutuskan bahwa mereka telah cukup membayarnya dan menolak menyerahkan bagian terbesar dari keuntungan bulanan mereka kepada ibu mereka.

Sementara anak yang lebih tua memutuskan untuk menegosiasi ulang persyaratan kontak dan meyakinkan ibunya untuk menurunkan utangnya dan yang lebih muda menolak untuk membayar apapun. Si ibu menggugatnya dan mereka telah bertengkar di pengadilan selama delapan tahun.

Kasus perselisihan tersebut sampai di pengadilan tertinggi Taiwan, yang sekali lagi mendengar argumen kedua belah pihak sebelum membuat keputusan akhir. Luo berpendapat bahwa kontrak yang dia tandatangani dengan kedua putranya mengikat secara hukum dan bahwa dia hanya ingin mereka dihormati.

Sementara anak laki-laki tersebut mengklaim bahwa dia baru berusia 20 tahun saat dia menandatangani dan tidak sepenuhnya mengerti implikasi. Selanjutnya, dia sudah membayar ibunya 1 juta dollar Taiwan, yang dia rasakan sudah cukup.

Anaknya menganggap, bahwa kontrak tersebut melanggar "kebiasaan baik", karena membesarkan seorang anak tidak boleh diukur secara finansial.

Setelah mendengar kedua belah pihak, hakim memutuskan bahwa, dokter gigi tersebut, yang disebut oleh media Taiwan sebagai Tuan Chu, menandatangani kontrak tersebut sebagai orang dewasa, tanpa dipaksa atau ditipu, jadi dia harus menghormati persyaratannya. Pria itu diperintahkan untuk membayar sisa 754 ribu dollar Taiwan dari "biaya pendidikan" yang disepakati tersebut dan tambahan bunga untuk hutang ibunya kepada 967 ribu dollar Taiwan.

Kasus yang tidak biasa mendapat banyak perhatian di Taiwan, sebuah negara di mana orang dewasa diwajibkan oleh undang-undang untuk merawat orang tua mereka yang sudah tua.

Tidak semua dari mereka melakukannya, dan orang tua hampir tidak pernah menuntut anak-anak mereka seperti ini. (feb)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini