Image

Kebakaran Hebat di Balikpapan, Renggut Nyawa Ibu dan 2 Anaknya hingga Bikin Panik Pasien Rumah Sakit

ant, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018, 09:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 05 340 1840411 kebakaran-hebat-di-balikpapan-renggut-nyawa-ibu-dan-2-anaknya-hingga-bikin-panik-pasien-rumah-sakit-U3L7WTNUc4.jpg Ilustrasi

BALIKPAPAN - Seorang ibu dan dua orang anaknya dilaporkan tewas terkurung api dalam peristiwa kebakaran di wilayah lima RT di Kelurahan Klandasan Ulu, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dini hari tadi.

Korban yang masing-masing bernama Sri Aminah (35), seorang guru, serta dua anaknya yakni Daffa (7) dan Fauzan (3) ditemukan tidak bernyawa di rumah mereka yang hangus terbakar di RT 12 Nomor 47, persis di belakang tembok Balai Kota Balikpapan.

Kebakaran yang cukup besar ini juga menyebabkan sedikitnya 22 kepala keluarga atau 130 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Lokasi RT 12 ini diyakini merupakan awal kemunculan api yang terjadi sekitar pukul 00.10 Wita. Api kemudian merembet ke RT sebelah, yakni RT 11, 13 dan 22, serta RT 24 di Kelurahan Klandasan Ulu.

"Ibu Sri itu guru. Dia tinggal di lantai dua bersama dua anaknya. Saat api berkobar kami minta dia loncat, tapi dia gak mau," cerita Kusni (54), warga RT 12 yang juga rumahnya ludes terbakar.

Ketiga korban diduga tewas keracunan karena menghirup asap. Selain itu, anak korban yang lain yang tinggal terpisah, yakni Nova, mengaku kehilangan keluarganya. Dia histeris karena tidak menemukan ibu dan dua adiknya.

"Saya sudah cari ke Rumah Sakit Tentara (RST dr Hardjanto), tapi nggak ketemu, handphone ibu dihubungi juga nggak aktif," ucap Nova, sambil terisak saat melaporkan ke petugas BPBD Balikpapan.

Saat ini jasad ketiga korban sudah dievakuasi ke rumah sakit tersebut.

Pada Jumat pagi, warga yang selamat sibuk membereskan harta benda mereka yang berhasil diselamatkan. Tenda pengungsian didirikan di halaman Balai Kota Balikpapan, begitu pula dapur umum juga sudah disiapkan.

"Sebagian barang-barang kami masih di sekitar taman di Jalan Wiluyo Puspoyudo, SDN 003, dan TK Trisula," kata Kusno, korban kebakaran lainnya.

Terlihat di halaman samping Balai Kota Balikpapan sudah didirikan tenda-tenda untuk penampungan sementara para korban kebakaran. Sementara di lokasi kebakaran, api kecil masih menyala di antara puing-puing bangunan rumah warga yang hangus.

Kebakaran yang terjadi di RT 11, 12, 13 dan 22 serta RT 24 Klandasan Ulu pada pukul 00.10 Wita, baru bisa dipadamkan sekitar empat jam kemudian. Proses pemadaman yang dilakukan BPBD juga mendapat bantuan dari Fire Rescue Pertamina, Chevron, dan Lanal Balikpapan.

Kepanikan akibat kebakaran itu juga dirasakan pasien Rumah Sakit dr Hardjanto. Lokasi kebakaran hanya berbatas tembok dengan fasilitas kesehatan milik Kodam VI Mulawarman tersebut.

Saat malam kejadian, ratusan pasien tampak diungsikan ke lokasi yang dianggap aman, seperti di selasar rumah sakit. "Khawatir karena tiba-tiba ada kebakaran dekat rumah sakit," ucap Devi sambil menggendong anaknya yang sakit.

Hal serupa juga dialami Citra, seorang ibu muda yang menjaga anaknya karena sakit demam tinggi. Awalnya dia mencoba tenang namun langsung panik ketika pasien lainnya juga dikeluarkan dari kamar perawatan.

"Perawat sudah bilang jangan panik, saya juga awalnya tenang, tapi karena lokasi kamar anak saya berdekatan dengan kebakaran dan panas dari api juga sangat terasa, saya langsung gendong anak dan bergegas menyelamatkan diri," ujarnya.

Tidak hanya membakar rumah warga, api juga menghanguskan laboratorium milik SDN 003 Balikpapan Kota. "Segera kita bangun ulang karena Senin depan para murid sudah bersekolah," kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang meninjau langsung lokasi kebakaran.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini