nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Korban Penyekapan Ibu Kandung Jalani Perawatan Psikologis

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018 19:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 05 519 1840796 anak-korban-penyekapan-ibu-kandung-jalani-perawatan-psikologis-dn9n9C8Wnf.jpg ilustrasi

MALANG – Ketiga anak yang menjadi korban penyekapan oleh ibu kandungnya selama satu tahun mendapatkan perawatan dari konselor dan dokter Polres Malang.

Menurut Kasubbag Polres Malang, AKP Farid Fatoni, perawatan kesehatan yang dilakukan oleh dokter berupa pengecekan kesehatan fisik dan pengecekan kondisi kejiwaan korban, yaitu KN (13), ZS (11), dan DN (6).

“Secara psikis masih dalam keadaan labil, khususnya KN dan ZS,” ujar Farid saat ditemui di Mapolres Malang, Jumat (5/1/2018).

Ia menambahkan korban penyekapan masih mengalami trauma dan takut saat bertemu orang lain, sehingga belum dapat diajak berkomunikasi dengan maksimal.

“Masih perlu dilaksanakan pendampingan, baik oleh konselor dan dokter dari Polres guna memantau kondisi ketiga korban,” ucapnya.

Kondisi fisiknya juga memprihatinkan, kurang gizi sehingga badannya tampak terlihat kurus. Saat ini guna perawatan ketiga korban penyekapan tinggal bersama nenek dan ayah kandungnya.

Sementara itu, sang ibu kandung bernama Alikah (47), yang dirawat di RSJ Lawang dinyatakan tim dokter memang menderita gangguan jiwa. Hal ini setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan psikiater rumah sakit selama seminggu.

(Baca Juga: Ibu Kandung Sekap 3 Anak di Dalam Rumah Selama Setahun)

“Ibu kandungnya hingga saat ini masih dirawat di RSJ Lawang. Keterangan sementara dari Dr Budi Cahyono, Alikah mengalami gangguan jiwa,” ujar Farid.

(Baca Juga: Sekap Tiga Anaknya, Ibu di Malang Diperiksa di Rumah Sakit Jiwa)

Sebelumnya, Polres Malang, jajaran Muspika Bululawang, dan tim dari instansi terkait berhasil menyelamatkan tiga orang anak dari rumah sang ibu kandungnya yang diduga mengalami gangguan jiwa, pada Selasa (2/1/2018) siang. Penyelamatan berlangsung dramatis karena di dalam rumah sang ibu menyiapkan alat seperti gunting dan arit untuk menggagalkan aksi tersebut.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini