nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Lanjut Studi di Inggris? Yuk Ikut Beasiswa ke Coventry University

Susi Fatimah, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018 13:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 05 65 1840532 ingin-lanjut-studi-di-inggris-yuk-ikut-beasiswa-ke-coventry-university-jraVN4BuGw.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA - Coventry University bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemristekdikti membuka kesempatan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi S-2 dan S-3 di Negeri Ratu Elizabeth itu.

Beasiswa CU-SDID Scholarship ini diperuntukan bagi mahasiswa Indonesia yang tertarik dalam dunia kesehatan khususnya Jaminan Kesehatan. Namun, tak semua kuota beasiswa diperuntukan untuk program studi kesehatan, jurusan lain pun tetap dibuka.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti, Prof dr Ali Ghufron Mukti, MSc, Ph.D menuturkan, untuk bisa mengikuti seleksi beasiswa tersebut ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi yaitu berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki IPK minimal 3,5, mampu berbahasa Inggris, dan siap kembali ke Tanah Air dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.

"Kuota untuk S-2 sebanyak dua orang dan S-3 sebanyak 9-10 orang," ujar Prof Ghufron di Gedung Kemristekdikti, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2017).

(Baca juga: Prof Kudang, Dekan yang Ahli Memadukan Pertanian dan Ilmu Komputer)

Prof Ghufron menjelaskan, beasiswa kerjasama dengan Coventry University pertama kali dilakukan pada tahun ini. Ia berharap kedepan kerjasama ini akan terus berjalan dan kuota beasiswa bisa meningkat.

Lebih lanjut, mantan Wakil Menteri Kesehatan itu berharap para penerima beasiswa nantinya dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara khususnya dalam BPJS.

"Saya kira nantinya beasiswa ini nantinya bisa melahirkan penerima yang dapat membantu BPJS berkembang lebih baik lagi. Sebab ini program penting bagi negara dan bangsa," tutur pencetus Jamkesmas di Indonesia ini.

Sementara itu, perwakilan dari Coventry University Prof Guy Daly menambahkan, Jaminan Kesehatan di Inggris sudah berjalan selama 70 tahun, sehingga banyak hal yang bisa dipelajari mahasiswa Indonesia di Inggris terkait hal itu. Terlebih, Guy Daly, melihat Indonesia juga sudah menerapkan BPJS bagi warga miskin.

"Tentu nantinya para penerima beasiswa dapat berkontribusi bagi bangsa," tutur pakar Jaminan Kesehatan Masyarakat di Inggris itu.

(sus)

Berita Terkait

beasiswa

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini