Teknologi Mobil yang Dikembangkan di 2018, dari Tenaga Listrik hingga Pendeteksi Kantuk

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 17:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 08 15 1841823 teknologi-mobil-yang-dikembangkan-di-2018-dari-tenaga-listrik-hingga-pendeteksi-kantuk-8rrOk9y2IB.jpg Teknologi pendeteksi kanturk, DDREM. Foto Carscoops

JAKARTA - Perkembangan teknologi membuat produsen mobil menyesuaikan diri untuk membangun mobil-mobil canggih masa depan. Pada 2018, pabrikan akan menyematkan sejumlah teknologi ke karya mereka.

Okezone pada Senin (8/1/2018) merangkum sejumlah teknologi mobil yang dikembangkan tahun ini.

1. Mobil listrik

Hampir semua pabrikan di dunia mengembangkan mobil bertenaga listrik. Seperti produsen yang ada di Indonesia, yakni Daihatsu, Toyota, Honda, dan lainnya berlomba-lomba merancang mobil seperti ini.

President Daihatsu Motor Company (DMC) Koichiro Okudaira mengungkapkan, pihaknya siap memproduksi mobil listrik dengan harga terjangkau di Indonesia. Namun saat ini masih terkendala infrastruktur seperti fasilitas pengisian listrik yang belum ada di Nusantara.

“Mobil listrik harganya lebih tinggi (dibanding mobil berbahan bakar fosil). Tapi kami bisa membuat mobil listrik dengan harga terjangkau,” ucapnya.

Ilustrasi Mobil Listrik, Foto: Reuters

Sementara Honda di India telah menyiapkan Brio sebagai basis mobil listriknya. "Saat ini Honda tengah melakukan pengerjaan untuk mobil listrik. Pengerjaan ini juga termasuk generasi terbaru dari Honda," ucap Senior VP Marketing & Sales Honda Cars India, Jnaneswar Sen dikutip dari IndiaToday.

2. Mobil Terbang

Foto Ilustrasi: Istimewa

Startup asal Australia, Aulada menjadi salah satu yang tengah membangun mobil terbang yang digerakkan 4 baling-baling. Sekarang mereka telah membuat prototipenya, namun mereka berencana menguji coba Aulada Mark 1 Airspeeder itu pada tahun ini.

3. Teknologi Brain to Vehicle atau B2V, Penghubung Mobil dengan Otak Manusia

Dilansir dari Carscoops pada Kamis (4/1/2017), B2V bekerja dengan menggunakan sinyal dari otak manusia untuk memudahkan pengemudi. B2V tersebut didasarkan pada Predicting and Detecting. Teknologi sedang dibangun pabrikan asal Jepang, Nissan.

Foto: Carscoops

Alat ini bisa menangkap tanda-tanda dari otak pengemudi ketika akan memulai gerakan. Sedangkan untuk kemampuan Detecting atau deteksi, sistem dapat mengevaluasi ketidaknyamanan pengemudi dan mengubah konfigurasi mobil atau mengubah ke dalam mode otonom.

[Baca Juga: Nissan Bangun Mobil yang Bisa Terhubung Langsung dengan Otak Manusia]

4. Halo Teknologi, Pelindung Kepala Pembalap F1

Foto: Sky Sport

Teknologi itu berupa perangkat yang dipasang di depan pengendara mobil balap F1. Fungsinya untuk melindung kepala pembalap ketika ada benda melayang dari depan saat berpacu di lintasan.

5. Teknologi DDREM, Pendeteksi Sopir Mengantuk

Hyundai memutuskan untuk membuat sistem DDREM (Departed Driver Rescue & Exit Maneuver) pada acara Consumer Electrics Show (CES) di mobil mereka. Sistem ini dipasang pada kendaraan untuk memantau dan menganalisis gerakan wajah dan mata pengemudi, untuk mendeteksi tanda-tanda kantuk.

Foto: Carscoops

Jika sistem menilai pengemudi tertidur atau menjadi tidak responsif, sistem akan mengalihkan kendaraan ke mode mengemudi otonom level empat. Kemudian secara otomatis mencari tempat yang aman agar kendaraan dapat berhenti. (Abp)

[Baca Juga: DDREM Hyundai, Teknologi Pendeteksi Sopir yang Mengantuk]

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini