Share

PM Israel Ingin Badan PBB untuk Pengungsi Palestina Dihapus

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 08 Januari 2018 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 08 18 1841825 pm-israel-ingin-badan-pbb-untuk-pengungsi-palestina-dihapus-Yvja9ivv2S.jpg Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Amir Cohen/Reuters)

TEL AVIV – Perdana Menteri (PM) Israel mendukung penuh keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump yang membekukan dana bantuan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Bibi, sapaan akrab Netanyahu, bahkan ingin agar UNRWA dihilangkan.

BACA JUGA: AS Bekukan Dana Bantuan bagi Pengungsi Palestina

“Saya sepenuhnya setuju dengan kritikan tajam Presiden Trump terhadap UNRWA,” tutur Benjamin Netanyahu, mengutip dari Russia Today, Senin (8/1/2018).

“Saya punya usul yang simpel, pendanaan UNRWA seharusnya ditransfer kepada Badan Pengungsi PBB (UNHCR), dengan kriteria jelas yakni mendukung pengungsi yang sebenarnya, bukan pengungsi fiktif, sebagaimana terjadi di bawah UNRWA,” sambung Ketua Partai Likud itu.

Sebagai informasi, UNRWA menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pendidikan, layanan kesehatan, dan layanan sosial lainnya kepada sekira 5 juta warga Palestina yang mengungsi di Yordania, Lebanon, Suriah, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Secara simbolis, UNRWA memberikan harapan kepada para pengungsi bahwa mereka bisa kembali ke tanah asalnya.

BACA JUGA: AS Ancam Akan Hentikan Bantuan Dana terhadap Negara yang Tolak Keputusannya Terkait Yerusalem 

Benjamin Netanyahu menganggap harapan kembalinya para pengungsi ke tanah asalnya itu sebagai ancaman. Sebab, 5 juta orang warga Palestina tersebut adalah keturunan dari pengungsi yang melarikan diri usai berdirinya negara Israel pada 1948 serta Perang Enam Hari pada 1967.

“Cucu-cucu dari pengungsi, bukan lah pengungsi, tetapi mereka dirawat oleh UNRWA. Situasi absurd ini harus berakhir. UNRWA adalah organisasi yang mengabadikan masalah pengungsi Palestina. mereka juga mengabadikan narasi ‘hak untuk kembali’ yang bertujuan mengeliminasi negara Israel, maka dari itu harus dihilangkan,” tutup Benjamin Netanyahu.

Juru bicara UNRWA, Chris Gunness, menolak tuduhan tersebut. Ia yakin kedua pihak yang bertikai justru menyebabkan masalah terhadap para pengungsi itu, bukan UNRWA. Sebab, badan urusan untuk pengungsi itu dibentuk sesuai mandat Majelis Umum PBB untuk memberikan bantuan hingga ada solusi abadi bagi pengungsi Palestina.

BACA JUGA: AS Ancam Cabut Bantuan, Palestina: Yerusalem Tidak untuk Dijual

Sebagaimana diberitakan, AS membekukan dana bantuan senilai USD125 juta (setara Rp1,6 triliun) untuk UNRWA. Pembekuan dilakukan hingga Washington selesai melakukan tinjauan ulang terhadap Otoritas Palestina karena dinilai enggan melanjutkan perundingan damai dengan Israel.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini