nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Ajukan Banding atas Vonis Eks Dirut PT DGI

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 17:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 08 337 1841848 kpk-ajukan-banding-atas-vonis-eks-dirut-pt-dgi-wV7QyaDvTC.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan banding atas vonis dari Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Duta Graha Indonesia (PT DGI), Dudung Purwadi. Dia divonis lantaran terbukti bersalah melakukan korupsi.

Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memvonis Dudung dengan empat tahun delapan bulan penjara dengan denda Rp250 juta yang apabila tidak dibayarkan maka diganti hukuman tiga bulan kurungan.

"Ya banding. Karena vonis pidana penjara ataupun uang pengganti masih lebih rendah dari tuntutan JPU," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (8/1/2018).

 (Baca: Tok! Turut Serta Korupsi Alkes RS Udayana, Eks Anak Buah Nazaruddin Divonis 3 Tahun Penjara)

Sebelummya, dalam kasus korupsi yang menjerat Dudung, Jaksa Penuntut KPK sebelumnya meminta Majelis Hakim untuk menjatuhi hukuman tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dudung terbukti bersalah melakukan korupsi dalam dua perkara sekaligus.‎ Perkara pertama yakni terkait proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus (RS) Penyakit Infeksi dan Pariwisata di Universitas Udayana, Bali, tahun anggaran 2009-2010.

 (Baca juga: Dijerat 2 Kasus Korupsi, Eks Dirut PT DGI Dituntut 7 Tahun Penjara)

Dalam perkara tersebut, Dudung bersama-sama dengan mantan Bendum Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin, dan Kepala Biro Umum Keuangan Universitas Udayana, Made Meregawa melakukan kesepakatan dalam pengaturan proyek.

Mereka berperan memenangkan PT DGI sebagai rekanan proyek rumah sakit sehingga menguntungkan perusahaan tersebut Rp6,78 miliar pada 2009 dan setidaknya Rp17,998 miliar pada 2010.

Kemudian, Dudung terbukti melakukan korupsi proyek pembangunan wisma atlet dan gedung serba guna di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011. Dudung dinilai memperkaya PT DGI Rp42,717 miliar dan memperkaya Nazaruddin Rp4,675 miliar, serta Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet Palembang Rizal Abdullah Rp500 juta, sehingga seluruhnya merugikan negara Rp54,7 miliar.

‎Atas perbuatannya, Dudung dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini