Olah TKP Kebakaran Klandasan Ulu, Tim Labfor Angkut Kabel dan Abu

Amir Sarifudin , Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 17:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 08 340 1841836 olah-tkp-kebakaran-klandasan-ulu-tim-labfor-angkut-kabel-dan-abu-ldtOj1IvjF.jpg Tim Labfor olah TKP kebakaran Klandasan Ulu, Balikpapan, Kalimantan Timur. (Foto: Amir Sarifudin/Okezone)

BALIKPAPAN – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di puing-puing bekas kebakaran permukiman padat penduduk di Klandasan Ulu, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (8/1/2018). Berbagai sisa kebakaran, seperti abu, kabel, bahkan seng tak luput dari pemeriksaan.

Bahkan, beberapa sampel abu dan kabel tersebut ada yang dibawa ke Labfor Surabaya untuk dianalisis. "Hasilnya belum bisa dipastikan karena menunggu uji lab," kata Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Ruslaeni, di lokasi.

Olah TKP, lanjut Ruslaeni, dipimpin Kompol Agus Santoso dan Kompol Edy dan dilakukan di atas puing rumah Mbah Ngadimun yang diduga sebagai asal mula titik api. Ia juga belum bisa mengindikasikan awal mula kebakaran yang menghanguskan 101 rumah tersebut.

"Rumah ini ada penghuninya dan untuk selengkapnya bisa ditanyakan ke Pak RT. Kalau Polres baru meminta keterangan kepada lima orang saksi, yakni tetangga sekitar dan Ketua RT yang pastinya juga menjadi korban kebakaran," ucapnya.

Sementara warga korban kebakaran, Pudjiati (50), menyaksikan asal api dari rumah yang sedang direnovasi. Rumah milik Ngadimun itu disewakan kepada seorang pendatang asal Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Kalau Mbah Mun (sapaan Ngadimun) kini tinggal sama anaknya yang datang dari Surabaya. Sebelumnya di rumah ini ada lima orang penghuni termasuk 2 cucu dan usia Mbah Mun sudah sekitar 70 tahun," ucapnya.

Lahan Milik TNI, Warga Sulit Membangun Rumah Kembali

Pudjiati yang saat itu melihat tim Labfor mengolah TKP juga ingin bisa membangun kembali rumahnya yang ludes terbakar. Hanya saja niatnya itu bakal sulit terlaksana karena kebakaran terjadi di atas lahan milik Kodam VI Mulawarman.

"Maunya sih bisa membangun rumah lagi karena saya juga punya usaha dekat Taman Bhayangkara (Wiluyo Puspoyudho)," ucap penjual soto Lamongan yang sudah 18 tahun mendiami rumah di lahan militer itu.

(Baca Juga: Hebohnya Kebakaran di Balikpapan Hanguskan 5 RT Sekaligus)

Pudjiastuti yang kini terpaksa menghuni tenda penampungan juga mengaku telah mendapatkan bantuan. "Saya sudah dapat pakaian, sembako serta uang Rp7,5 juta yang dibagikan Pak RT. Semua korban rata-rata dapatnya segitu," sebutnya.

Lahan Bekas Kebakaran akan Dijadikan Asrama Prajurit

Sementara Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Sonhadji akan berkoordinasi dengan Pemkot Balikpapan untuk penataan lokasi bekas kebakaran, mengingat lahan militer yang dikuasai masyarakat diketahui seluas 1,5 hektare.

"Sebetulnya mau dibersihkan, tapi susah karena dipakai ratusan orang. Lahan ini juga sudah lama tidak kami pakai," terang jenderal TNI berbintang 2 itu.

Menurutnya lahan itu tidak bisa dikuasai oleh siapapun karena sejak lama sertifikat telah dipegang Kodam VI Mulawarman. "Karena dikuasai orang maka kita harus berpikir jernih dan berkoordinasi dengan Pemkot Balikpapan," terangnya.

Kodam VI Mulawarman juga ingin membangun asrama prajurit di lahan itu. Sehingga keinginan warga untuk membangun ulang sulit terealisasi.

"Kita punya program perluasan asrama karena prajurit kita tinggalnya dimana-mana, ada juga yang ngekos dan kontrak rumah. Lahan ini, selain sertifikat TNI juga termasuk barang inventaris negara yang kalau dilepaskan harus ada izin dari Kementerian Keuangan," tegasnya.

(Baca Juga: Kebakaran Hebat di Balikpapan Tewaskan 3 Orang, 1.113 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal)

Sebelumnya pada 5 Januari lalu, sekira pukul 00.10 Wita terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan 101 rumah dari 5 RT yakni RT 11, 12, 13 serta RT 22 dan 23 di kelurahan Klandasan Ulu. Kebakaran mengakibatkan 121 Kepala Keluarga dengan 353 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran yang berlangsung selama 4 jam lebih juga membuat 3 warga tewas terpanggang. Ketiga korban adalah Siti Aminah (35) dan dua anaknya bernama Dafra (7) serta Fauzan (3). Korban ditemukan dalam keadaan tengah memeluk dua anaknya tersebut.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini