Unhas Tuan Rumah Konferensi Forum Rektor Indonesia

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 15:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 08 65 1841755 unhas-tuan-rumah-konferensi-forum-rektor-indonesia-IgUriziPoE.jpg Foto: Istimewa

MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah konferensi tahunan Forum Rektor Indonesia (FRI) XX yang direncanakan berlangsung 16-17 Februari 2018.

"Sejalan dengan keberlangsungan program kegiatan FRI maka Universitas Hasanuddin pada tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia 2018," kata Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman di Makassar, Senin (8/1/2017).

Forum Rektor Indonesia merupakan lembaga normatif dan wadah komunikasi serta pertukaran ide, gagasan dan strategi antarpimpinan perguruan tinggi seluruh Indonesia yang memberikan alternatif solusi dan saran strategis kepada pemerintah dan masyarakat terkait dengan perkembangan, regulasi dan peningkatan pendidikan tinggi di Indonesia.

(Baca juga: Peningkatan Kualitas Jadi Tantangan Pendidikan di 2018)

Ia menjelaskan Unhas telah dipilih untuk menjadi tuan rumah pada Konvensi Kampus XIII dan Temu Tahunan XIX FRI di Jakarta 2017, sejalan dengan terpilihnya Rektor Unhas sebagai Ketua FRI 2018 dan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai Wakil Ketua FRI terpilih 2018.

Selain itu, penunjukan UNM dan Kota Makassar sebagai tempat penyelenggaraan acara itu karena Makassar merupakan salah satu destinasi pilihan para pencari ilmu untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Makassar juga merupakan salah satu kota yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi bangsa Indonesia.

Kepala Sekretariat Rektor Unhas, Suharman Hamzah, ST MT PhD, mengatakan kegiatan tahun 2018 mengambil topik "Memperkuat Karakter Bangsa Dalam Menghadapi Disrupsi Peradaban" sebagai tema utama. Perumusan dan penentuan tema utama itu dilatarbelakangi oleh adanya rangkaian peristiwa yang melibatkan perguruan tinggi di mana ada dugaan bahwa kampus-kampus menjadi basis gerakan-gerakan yang disinyalir bersifat radikal dan kekirian.

"Hal ini tentu saja memunculkan kekhawatiran dan perlunya kewaspadaan yang cukup tinggi mengingat bahwa bangsa Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum tahun 2019 di mana arus globalisasi yang terjadi di dunia akan berdampak pada tatanan sosial, politik dan budaya internasional, termasuk Indonesia," kata Suharman.

Selain tema sentral tersebut, para rektor yang hadir juga akan membahas beberapa sub tema, antara lain pembangunan ekonomi nasional yang berdaulat, berkeadilan dan menyejahterakan, penguatan Demokrasi Pancasila untuk memperkokoh nasionalisme, pendidikan tinggi yang mampu meningkatkan daya saing bangsa dan kepemimpinan nasional yang cerdas dan berkarakter.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini