Image

Tekan Radikalisme, Pendidikan Bela Negara Dibuka di Universitas Siliwangi

Susi Fatimah, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 16:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 08 65 1841784 tekan-radikalisme-pendidikan-bela-negara-di-buka-di-universitas-siliwangi-oTE4dQ6v73.jpg Foto: Dok Kemristekdikti

TASIKMALAYA - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir membuka Pendidikan Bela Negara (PBN) Angkatan 32 pada tahun akademik 2017/2018 di Universitas Siliwangi (Unsil), Senin (18/1/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Nasir mengatakan, mahasiswa sebagai kader bela negara harus dapat mempertahankan negara kesatuan di bawah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan semboyan Bhineka tunggal Ika.

Lebih lanjut mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro itu mengatakan, pihaknya mendorong pelaksanaan Pendidikan Bela Negara dalam rangka meningkatkan rasa cinta Tanah Air di kalangan pemuda. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menghalau gerakan radikalisme.

"Hakekat bela negara yang sesungguhnya adalah semangat untuk membangun bangsa dan negara Indonesia demi kemajuan, kesejahteraan, dan keadilan, menuju masyarakat Indonesia yang madani serta bermartabat," ungkapnya seperti dalam siaran pers yang diterima.

Ia menyadari budaya global membuat batas-batas antarbangsa menjadi kabur. PBN diharapkan mampu meminimalisir pergeseran ideologi, ekonomi, sosial, budaya, bahkan pertahanan dan keamanan.

Indonesia sebagai bangsa yang pluralis, harus dapat memanfaatkan segala potensi untuk mempertahankan keutuhan bangsa dan membuat bangsanya semakin kompetitif, mandiri, serta sejahtera. Mahasiswa sebagai kader bela negara, diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menjadi sumber kekuatan pemersatu bangsa yang tidak hanya kompeten, tetapi juga nasionalis, memiliki kepedulian sosial, dan inovatif.

"Inovasi menjadi sangat penting sebagai amunisi dalam menghadapi tantangan masa depan," pungkas Menteri Nasir.

Hadir dalam rangkaian acara ini Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kemristekdikti Intan Ahmad, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Kelembagaan Kemristekdikti Agus Indarjo, Rektor Unsil Rudi Priyadi, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya. Dalam kunjungan kerja ke Tasikmalaya, Menristekdikti juga meresmikan Gedung Fakultas Teknik Unsil dan memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cipasung.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini