nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggaran Pendidikan di Bangka Belitung Capai 24,67 Persen di 2018

Arsan Mailanto, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 18:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 08 65 1841878 anggaran-pendidikan-di-bangka-belitung-capai-24-67-persen-di-2018-64kyMU0fNa.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mengklaim bahwa anggaran di 2018 untuk pelaksanaan urusan wajib bidang pendidikan termasuk biaya operasional satuan pendidikan di Babel sudah mencapai 24,67 persen. Alokasi anggaran tersebut lebih tinggi, jika dibandingkan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan minimal 20 persen dari total belanja.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung M. Soleh.

"Sebagai bagian dari APBD, tentu saja anggaran bidang pendidikan termasuk anggaran untuk operasional sekolah yang bersumber dari APBD murni perlu dilakukan penyesuaian terhadap kemampuan keuangan daerah, selama masih memenuhi ketentuan minimal yang harus dianggarkan," ujarnya kepada awak media di Pangkalpinang, Senin (8/1/2018).

Menyinggung soal revisi anggaran pendidikan, diungkapkan Soleh bahwa revisi yang dilakukan terhadap dana BOS yang bersumber dari APBD murni dilakukan berdasarkan asas efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.

"Jadi mengenai revisi ini, tentunya juga harus memerhatikan kebutuhan minimal serta skala prioritas untuk penyelenggaraan proses belajar mengajar di satuan pendidikan di Babel," terangnya.

Misalnya, kata Soleh dalam pengajuan anggaran penggandaan untuk pelaksanaan Ujian Sekolah dapat dikurangi dengan pelaksanaan Ujian Sekolah dengan berbasis Komputer, try out 2018 dilaksanakan oleh Disdik melalui online atau berbasis komputer, dan sekaligus beasiswa miskin sudah dialihkan ke Dinas Pendidikan.

Sedangkan penyesuaian anggaran yang dilakukan untuk dana BOS di setiap sekolah, kata Soleh, disesuaikan dengan perkiraan jumlah siswa di tahun 2018.

Diyakini bahwa penyesuaian anggaran ini tidak begitu berpengaruh terhadap layanan pendidikan menengah dan pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh Pemrov Bangka Belitung. Hal ini, disebabkan lebih kepada efektivitas dan efesiensi penggunaan anggaran.

"Jadi jika dibandingkan dengan tahun 2016 dan sebelumnya, anggaran tahun 2018 ternyata jauh lebih besar," ungkap Soleh.

Sementara terkait mekanisme usulan revisi anggaran dana BOS. Pihaknya menjelaskan, sebagai bagian dari struktur APBD Babel tentu saja telah melalui tahapan sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 beserta perubahannya. Sebagai bagian dari APBD, maka pengalokasian dana BOS ini, tentu saja telah dikonsultasikan dengan DPRD.

Khusus untuk anggaran bidang pendidikan termasuk pengalokasian dana operasional sekolah telah dibahas dengan Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung selaku mitra kerja Dinas Pendidikan.

"Anggaran bidang pendidikan merupakan bagian dari anggaran pemerintah daerah Babel secara keseluruhan yang dalam penyusunannya tentu saja harus memerhatikan kemampuan keuangan daerah. Defisit anggaran daerah adalah selisih kurang antara pendapatan daerah dan belanja daerah," jelasnya.

Dapat dikatakan bahwa APBD suatu daerah defisit berarti terjadi belanja yang akan dilakukan lebih besar dibandingkan dengan pendapatan daerah.

"Untuk menghindari ini, tentunya Anggaran belanja pada APBD harus dilakukan penyesuaian termasuk anggaran bidang pendidikan. Penyesuaian yang dilakukan umumnya dalam bentuk mengefisienkan penggunaan anggaran dan memerhatikan prioritas pembangunan daerah," paparnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini