Share

Kemlu RI Selamatkan 14 WNI dari Hukuman Mati Sepanjang 2017

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 09 Januari 2018 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 09 18 1842329 kemlu-ri-selamatkan-14-wni-dari-hukuman-mati-sepanjang-2017-qUt9LxsH5q.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri merupakan salah satu tugas utama dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI). Selama tiga tahun terakhir, upaya tersebut selalu berusaha dilakukan Kemlu RI dan perwakilan-perwakilannya di berbagai negara.

Dalam Pidato Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengungkapkan sepanjang 2017, Kemlu RI telah menyelesaikan 9.894 kasus yang melibatkan WNI di luar negeri. Dalam kasus-kasus tersebut, Kemlu RI berhasil menyelamatkan 14 WNI dari ancaman hukuman mati, membebaskan 2 WNI dari penyanderaan di Fiipina selatan dan mengembalikan hak-hak finansial WNI dengan nilai lebih dari Rp120 miliar.

Selain itu, Kemlu RI juga telah melakukan repatriasi terhadap hampir 50 ribu WNI, khususnya pekerja migran yang menghadapi situasi yang rentan.

"Kita menyadari bahwa semakin baik kinerja perlindungan WNI, semakin tinggi pula ekspektasi publik. Karena itu Kemlu RI akan terus berinovasi ke arah sistem perlindungan WNI yang lebih baik," kata Menlu Retno, di Ruang Nusantara, Kemlu RI, Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018).

Perbaikan pelayanan dan perlindungan WNI itu terlihat dari upaya Kemenlu yang meluncurkan berbagai inovasi dalam upaya perlindungan WNI sepanjang 2017. Upaya tersebut termasuk pengintegrasian database seluruh WNI di luar negeri dengan database nasional, pengaplikasian sistem dan standar pelayanan menggunakan Single Identity Number dan pengembangan aplikasi safe travel untuk mendukung perjalanan para WNI yang bepergian ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno juga meluncurkan portal Pelayanan dan Perlindungan WNI yang dapat diakses melalui laman perlindungan.kemlu.go.id. Dengan diluncurkannya laman tersebut, maka hanya akan ada satu database WNI di luar negeri. Dengan begitu, pelayanan konsuler dilakukan dengan satu sistem, satu standar dan satu data. Seluruh perwakilan RI di luar negeri secara bertahap juga akan melayani kependudukan dan catatan sipil.

Pidato tahunan Menlu ini dihadiri oleh para jurnalis, pimpinan media asing dan nasional, pejabat Kementerian Luar Negeri dan perwakilan asing. Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan Marty Natalegawa juga terlihat di antara tamu undangan.

Mengawali PPTM 2018, Menlu Retno berharap agar di 2018, semua pihak dapat bekerja keras bersama untuk Indonesia dan dunia yang lebih baik.

"Indonesia, a true partner for world peace, security and prosperity," ujar Menlu Retno.

Selain masalah WNI, Retno juga menyampaikan laporan berbagai kinerja diplomasi Kemlu RI, seperti dukungan terhadap Palestina, pencalonan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, Bali Democracy Forum hingga kerjasama strategis dengan negara-negara mitra.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini