Share

Indonesia Fokus Perkuat Sentralitas dan Persatuan ASEAN

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 09 Januari 2018 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 09 18 1842371 indonesia-fokus-perkuat-sentralitas-dan-persatuan-asean-ZnNatEWqQJ.jpg Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi saat menyampaikan Pidato Pers Tahunan (Foto: Kementerian Luar Negeri RI/Twitter)

JAKARTA - ASEAN tetap akan menjadi salah satu fokus politik luar negeri Indonesia pada 2018. Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memperkuat persatuan dan sentralitas ASEAN seperti yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

Dalam Pidato Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyatakan bahwa Indonesia mendukung penuh keketuaan Singapura dalam ASEAN. Selain itu Menlu juga membeberkan beberapa fokus Indonesia dalam ASEAN selama 2018.

Fokus pertama adalah mengenai negosiasi code of conduct (Coc) antara ASEAN dan China terkait Laut China Selatan. Menlu Retno mengatakan, Indonesia akan berupaya agar dapat tercapai Coc yang efektif bagi keamanan dan stabilitas di Laut China Selatan.

"Indonesia akan aktif berupaya agar ASEAN dan RRT menghasilkan COC yang "praktikal” dan efektif demi stabilitas dan keamanan Laut China Selatan," kata Menlu Retno di Kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018).

Isu lain yang menjadi fokus Indonesia adalah mengenai pekerja migran dan hak asasi manusia (HAM). Untuk itu, Indonesia akan berupaya mendorong perancangan rencana aksi untuk implementasi ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers guna memberi perlindungan dan hak-hak buruh migran.

"Demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia merupakan dua hal penting yang perlu terus dikembangkan oleh ASEAN. ASEAN harus dirasakan manfaatnya oleh rakyatnya," tegas Menlu Retno.

Selain isu-isu tersebut, Indonesia juga akan mendorong dibentuknya insrumen ekstradisi di ASEAN sebagai respons atas meningkatnya kejahatan lintas perbatasan di kawasan Asia Tenggara. Sejauh ini baru ada beberapa negara yang memilki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia, di antaranya adalah Malaysia dan Filipina.

Di bidang ekonomi, Indonesia akan memajukan kerja sama di bidang e-commerce untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta meningkatkan perdagangan barang dan jasa.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini