nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buaya Porosus Sakit Tenggorokan, Ternyata Ada Benda Ini di Mulutnya

Arsan Mailanto, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 01:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 09 340 1842630 buaya-porosus-sakit-tenggorokan-ternyata-ada-benda-ini-di-mulutnya-u2sv9RCobR.jpg Buaya porosus ditangkap warga Bangka Kota. (Foto: Arsan Mailanto/Okezone)

PANGKALPINANG – Reptil ganas berjenis buaya porosus yang ditangkap warga Bangka Kota, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, beberapa waktu lalu, harus menjalani perawatan ekstra oleh tim medis hewan. Penyebabnya, kondisi kesehatan buaya itu cukup memprihatinkan usai ditangkap dan diikat warga.

Buaya dengan panjang lebih dari 3 meter tersebut diselamatkan komunitas pencinta satwa Animal Lovers Bangka Island (Alobi) setelah nyaris dibunuh oleh warga karena kerap mengganggu warga saat beraktivitas di sungai.

Kondisi buaya yang hampir punah ini sedang sakit. Pasalnya, terdapat suatu benda yang tersangkut di tenggorokan reptil purba tersebut. Guna mengeluarkan benda itu, Dinas Kesehatan Hewan Pangkalpinang dilibatkan dan langsung terjun menanganinya.

Usai berjuang sekira 30 menit, benda itu pun dikeluarkan dari mulut si buaya malang. Sebuah mata pancing (kail) berukuran cukup besar diketahui tersangkut di tenggorokan buaya tersebut.

Usut punya usut, benda pancing itu merupakan alat yang digunakan warga untuk menangkap buaya porosus atau muara.

(Baca: Warga Bangka Selamatkan Buaya Porosus yang Hampir Punah)

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Pangkalpinang Zunaria mengatakan, benda yang tersangkut di tenggorokan buaya ini adalah dua mata pancing.

Ia melanjutkan, pihaknya bersama petugas lain sedikit kesulitan mengangkat kail dari mulut buaya dikarenakan hewan buas ini tidak mau membuka mulut akibat moncongnya terlalu lama diikat tali oleh warga.

"Menangani hewan langka dan buas ini harus ekstrahati-hati. Tadi juga kita menggunakan peralatan bantuan pipa paralon dimasukkan ke mulut buaya dan akhirnya kail di dalam mulutnya kita keluarkan," ujarnya saat ditemui Okezone di Pangkalpinang, Selasa 9 Januari 2018.

Kendati cukup lama diikat dan menahan sakit pada mulut akibat tersangkut kail tersebut, ternyata kondisi buaya porosus ini baik-baik saja.

"Kondisinya cukup baik, cuma harus direhabilitas dulu sampai benar-benar layak kembali ke alamnya," imbuh Zunaria.

Sementara Ketua Alobi Lanka Sani menuturkan, setelah diperiksa, untuk sementara reptil purba ini masih harus menjalani rehabilitas di kandang habituasi Alobi selama beberapa hari. Hal tersebut untuk memastikan kondisi buaya dinyatakan layak dilepasliarkan lagi.

"Kita tunggu sampai buaya ini benar-benar siap dilepasliarkan. Jika sudah layak, secepatnya akan kita kembalikan ke habitatnya," tutur dia.

Ia menyebutkan, buaya jenis porosus ini merupakan hewan yang dilindungi undang-undang negara karena keberadaannya hampir punah.

"Kita harapkan warga tidak memburu dan membunuh reptil ini, karena hal itu melanggar UU negara yang akan dikenakan sanksi bagi pelanggarnya," tergasnya.

Pihaknya juga mengimbau kebijaksanaan masyarakat tentang satwa liar bila memasuki permukiman atau menyerang warga untuk tidak langsung melakukan pembunuhan.

"Kita laporkan dulu. Lakukan koordinasi dengan pihak dinas terkait, seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan wilayah Bangka, atau organisasi-organisasi pelestarian satwa, agar bisa ditindaklanjuti untuk mencari solusi," tandasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini