nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria Inggris Dibui di Dubai Gara-Gara WhatsApp

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 01:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 18 1843159 pria-inggris-dibui-di-dubai-gara-gara-whatsapp-Piz5Np1VcI.jpg Yaseen Killick menuduh Kedutaan Besar Inggris tidak berguna setelah mengalami mimpi buruk di Dubai (Foto: Robyn Killick/Facebook)

DUBAI – Seorang warga negara Inggris dijebloskan ke penjara di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), gara-gara pesan dalam aplikasi WhatsApp. Pria bernama Yaseen Killick itu diduga kesal kepada salesman mobil karena merasa ditipu hingga 6.000 Euro (setara Rp96 juta).

Pria berusia 29 tahun itu diketahui membeli sebuah mobil Volkswagen Golf bekas seharga 6.000 Euro dari si salesman. Sayangnya, mobil tersebut langsung rusak parah dalam hitungan jam. Killick kemudian sadar bahwa mobil itu sudah lebih dahulu dikuliti onderdilnya.

“Bagaimana bisa Anda tidur di malam hari setelah menipu orang lain?” tulis Yaseen Killick dalam pesan WhatsApp kepada si penipu, mengutip dari Russia Today, Kamis (11/1/2018). Ia juga mengancam akan membawa si penjual ke pengadilan karena melakukan penipuan.

Akan tetapi, si penjual ternyata melapor kepada polisi. Ia mengeluhkan pesan bernada ancaman dari Killick. Hasilnya, pria asal Kingston itu ditangkap di Bandara Internasional Dubai bersama dengan pacarnya saat hendak naik pesawat untuk pulang ke Inggris guna merayakan Natal.

Killick dibui selama tiga pekan dan didenda 1.000 Euro (setara Rp16 juta). Lebih parahnya lagi, setelah menghirup udara bebas, pria berambut cepak itu dideportasi dari UEA. Yaseen pun menuduh Kedutaan Besar Inggris tidak berguna.

“Kami kehilangan rumah dan pekerjaan dan semakin buruk karena orang-orang ini merampok kami hingga tidak ada uang sama sekali. Kami ke sana sebagai petualangan terakhir sebelum kembali ke Inggris dan menikah serta membangun keluarga,” ujar kekasih Yaseen Killick, Robyn.

Kepada media Inggris, The Sun, Killick mengatakan bahwa apa yang dialaminya itu bagaikan sebuah mimpi buruk yang menjadi kenyataan. Situasi semakin parah karena kondisi penjara di Dubai sangat buruk.

“Itu adalah mimpi buruk. Kondisi penjara sangat mengerikan. Saya diperlakukan dengan tidak baik, semua karena hanya mengirim pesan lewat WhatsApp,” terang Yaseen Killick.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini