6 Potensi Kecurangan di Pilkada 2018 Versi Polri

Erie Prasetyo, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 22:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 337 1843211 6-potensi-kecurangan-di-pilkada-2018-versi-polri-VZBHmXsdji.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Polri memprediksi setidaknya ada enam ancaman kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 di 171 daerah yang terdiri dari 17 Provinsi dan 154 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul memaparkan potensi kecurangan pertama adalah adanya aksi intimidasi yang dilakukan oknum kepada para pemilik hak suara.

"Membuat pemilih takut, atau tidak menjadi memilih dan bikin tak datang ke tempat pemungutan suara. Itu intimidasi kecurangan pelanggaran hukum pada saat pemilihan," ujar Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).

 (Baca: Bawaslu Gandeng Polisi Pantau Medsos saat Pilkada 2018)

Potensi kedua adalah, adanya penciptaan gangguan keamanan di lingkungan masyarakat. Biasanya, situasi tidak aman ini diciptakan ketika menjelang proses pemungutan suara.

Lalu, maraknya penyebaran informasi yang tidak benar atau hoax baik secara langsung ataupun di media sosial (medsos). Selanjutnya, adanya potensi gangguan memanipulasi data pemilih.

 (Baca juga: Golkar Prediksi Politik Identitas Pilgub DKI Berlanjut di Pilkada 2018)

Gangguan selanjutnya diprediksi adanya vote buying atau serangan fajar yang menggunakan uang untuk mempengaruhi pemilih untuk memilih salah satu pasangan calon. Dan potensi gangguan selanjutnya adalah hate speech atau ujaran kebencian.

"Itu yang diidentifikasi oleh Polri. Itu dimana saja tapi bagi Polri yang paling rawan enam hal itu tadi," tutup Martinus.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini