Image

Institut dan Sekolah Tinggi Swasta Didorong untuk Merger Jadi Universitas

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018, 11:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 10 65 1842755 institut-dan-sekolah-tinggi-swasta-didorong-untuk-merger-jadi-universitas-eZy4t22Q0g.jpg Foto: Shutterstock

PADANG - Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah X mendorong kampus berupa institut atau sekolah tinggi swasta di empat provinsi Sumbar, Riau Jambi dan Kepulauan Riau melakukan merger menjadi universitas.

"Kemristekdikti menargetkan penurunan seribu kampus di seluruh Indonesia tahun ini, salah satu langkahnya dengan penyatuan beberapa kampus," kata Koordinator Kopertis X Prof Herri di Padang, Rabu (10/1/2017).

Menurut mantan wakil rektor Universitas Andalas tersebut, merger perlu dilakukan untuk memperkuat kinerja perguruan tinggi. Khususnya pada perguruan tinggi yang berada pada yayasan yang sama, menggabungkan menjadi satu universitas akan lebih baik dalam pengelolaan maupun kinerjanya.

(Baca juga: Peneliti IPB Ciptakan Minuman Sehat dan Bernilai Tinggi dari Kerang Pisau)

Terlebih saat ini proses ke arah itu mendapat kemudahan dari Kemristekdikti seperti diperbolehkannya satu universitas tidak dalam satu kawasan. Kemudian diberi kesempatan untuk yayasan membuka program studi bidang sosial baru meski adanya moratorium prodi tersebut.

Dengan catatan komposisi pendirian universitas 60 persen bidang eksakta dan 40 persen bidang sosial dan jumlah prodi sebanyak 10 unit.

"Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dan merata di seluruh wilayah," katanya.

Saat ini ada 4.500 unit kampus di seluruh Indonesia diharapkan sekira 25 persen bisa dikurangi namun tetap bekerja optimal. Artinya tetap mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi yang saat ini baru berjumlah tujuh juta jiwa dari 200 juta penduduk Indonesia.

Di samping itu juga guna meningkatkan taraf pendidikan tinggi Indonesia yang saat ini posisinya di Asia Tenggara masih kalah dari negara lain seperti Thailand, Singapura, Vietnam dan Malaysia.

"Dibanding kesulitan dalam pengelolaan kampus kecil lebih baik digabung untuk mendapatkan lulusan yang maksimal," ujarnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini