Image

Kemajuan Teknologi, Perguruan Tinggi Harus Siap Hadapi Era Disruptif

Susi Fatimah, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018, 12:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 10 65 1842784 kemajuan-teknologi-perguruan-tinggi-harus-siap-hadapi-era-disruptif-CeIFhNH54O.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA - Perguruan tinggi harus bersiap menghadapi era disruptif, era dimana banyak ‘gangguan’ yang diakibatkan oleh perubahan yang makin sering terjadi. Hal tersebut dikatakan oleh Rektor Universitas Jember Mohammad Hasan.

Menurutnya, salah satu pendorong perubahan tersebut adalah kemajuan di bidang teknologi komunikasi, yang juga mengubah lanskap pendidikan tinggi kita. Tentu saja perubahan yang terjadi harus disikapi dengan bijaksana agar perguruan tinggi mampu menanggapi tantangan zaman.

“Era saat ini disebut sebagai era VUCA, yakni volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity. Era di mana muncul ketidakpastian, kompleksitas dan hal-hal yang ambigu. Contohnya di dunia perguruan tinggi, kini mahasiswa bisa saja memiliki lebih banyak informasi daripada dosen, karena akses ke sumber informasi sudah banyak tersedia. Jadi dosen bukan lagi satu-satunya sumber informasi utama, dengan kata lain proses belajar mengajar di bangku kuliah kini terpusat pada mahasiswa, sementara dosen bertindak sebagai fasilitator,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (10/1/2018).

 (Baca juga: Peneliti IPB Ciptakan Minuman Sehat dan Bernilai Tinggi dari Kerang Pisau)

Ia pun mengimbau jajaran pimpinan di Universitas Jember untuk bersiap menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman dan kondisi mahasiswa.

“Mahasiswa saat ini adalah generasi milenial, yang ciri khasnya sejak dini akrab dengan gawai, aktif di media sosial, serta mementingkan unsur kecepatan. Oleh karena itu hendaknya dosen dan tenaga kependidikan Universitas Jember memiliki empati, bersedia mendengar dan memahami kebutuhan mahasiswa jaman now, misalnya saja kuliah disampaikan dengan media interaktif agar lebih menarik,” imbuhnya.

Ia juga meminta setiap dekan mengaktifkan laman resmi dan media sosial masing-masing fakultas sebagai ujung tombak penyebaran informasi.

Ia menambahkan, Universitas Jember sendiri telah bersiap menghadapi era disruptif, selain terus menyiapkan kurikulum yang memenuhi tuntutan zaman, berbagai fasilitas juga disiapkan.

“Kami punya Kawanda, fasilitas layanan penyimpanan, back up dan berbagi file atau dokumen secara virtual, dimana setiap sivitas akademika Kampus Tegalboto kami berikan fasilitas penyimpanan hingga 5 gigabyte. Untuk menanggapi keluhan yang mungkin ada, kami siapkan UC3, University Customer Care Center yang menjamin setiap keluhan bakal diatasi paling lama 3 hari,” katanya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini