Image

Prof Made, Guru Besar Promotor yang Terpilih Sukseskan PMDSU

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 13:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 10 65 1842821 prof-made-guru-besar-promotor-yang-terpilih-sukseskan-pmdsu-upsPids2DV.jpg Foto: Dok Unair

JAKARTA – Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Prof. Dr. Ni Made Mertaniasih, dr., MS., Sp.MK (K) berkesempatan melakukan kolaborasi riset bidang diagnostik penyakit tuberkulosis dengan para pakar di Jepang.

Kesempatan besar ini datang berkat terpilihnya Prof. Made sebagai salah satu guru besar promotor dari FK Unair untuk batch III Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dilansiir dari laman Unair, Minggu (14/1/2018), bersama Dr. Djohar Nuswantoro MPH dan tiga mahasiswa peserta PMDSU lain, Prof. Made menjumpai seorang pakar imunologi TBC dan teknologi loop mediated isothermal amplification (LAMP), Prof. Sokiji Matsumoto di Niigata University School of Medicine and Dental.

Tidak hanya itu, ia juga mengunjungi Manabu Ato Ph.D membicarakan persiapan vaksin dan diagnostik TB di Nipong Institute of Infectious Diseases (NIID) Tokyo, dan ahli informatika Fumito Maruyama Ph.D di Kyoto University School of postgraduate in Medical Sciences.

(Baca juga: Kemajuan Teknologi, Perguruan Tinggi Harus Siap Hadapi Era Disruptif)

Program ini mewajibkan masing-masing guru besar promotor seperti Prof. Made untuk membimbing dan mensupervisi penelitian tiga mahasiswa PMDSU dengan sejumlah target, di antaranya riset berstandar internasional, serta minimal dua buah publikasi hasil riset di jurnal internasional.

Baginya, program ini dapat mensinergi pendidikan dan penelitian. “Program ini tidak hanya menguntungkan peserta PMDSU, tapi juga bagi promotor. Karena ini bisa menjadi peluang bagi para guru besar untuk menambah partnership di luar negeri,” ujarnya.

Diketahui, PMDSU merupakan beasiswa percepatan pendidikan diberikan kepada lulusan sarjana yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang doktor. Selama 4 tahun pendidikan, para mahasiswa akan dibimbing oleh profesor andal dan berpengalaman dalam publikasi internasional.

Tujuan diselenggarakannya program ini adalah demi memajukan riset di Indonesia, serta menciptakan produk inovatif dan menguatkan publikasi ilmiah.

Sebagai orang yang dipercaya menjadi guru besar promotor, Prof. Made mengungkapkan kesan dan pesannya kepada semua yang terlibat dalam PMDSU. “Kami guru besar akhirnya seperti belajar lagi. Memahami lebih dalam lagi proses riset berstandar internasional yang akan membawa kemanfaatan berkelanjutan. Untuk itu penelitian para peserta PMDSU ini sebaiknya terus dilanjutkan sampai membuahkan hasil berwujud produk obat dan diagnostik, bukan hanya sebatas target jurnal,” tutupnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini