Image

Mahasiswa Indonesia Raih Prestasi Dalam Ajang Debat di Meksiko

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 13:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 10 65 1842828 mahasiswa-indonesia-raih-prestasi-dalam-ajang-debat-di-meksiko-hqEck0Vtb0.jpg Foto: Shutterstock

LONDON - Duta Besar RI untuk Meksiko Serikat, Yusra Khan mengatakan, meski Tim Debat Indonesia tidak menyabet juara, namun prestasi mereka sangat membanggakan dengan dikibarkannya bendera Merah Putih saat babak final.

"Saya bangga ada mahasiswa pendebat (debater) Indonesia diakui terbaik di kelasnya, partisipasi mereka dalam debat kompetitif menunjukkan mahasiswa Indonesia berpandangan kritis, namun bertanggung jawab atas pendapatnya," ujar Dubes Yusra Khan usai menyaksikan Tim Indonesia yang berlaga pada babak final World Universities Debating Championship (WUDC) 2018 di Gedung Teatro de la Ciudad Esperanza Iris, Mexico City minggu lalu.

Pensosbud KBRI Meksiko City Febby Fahrani kepada Antara London, Rabu (10/1/2018) mengatakan, Tim Debat Indonesia telah mengikuti WUDC sejak tahun 2006. Pada penyelenggaraan ke-38 di Mexico City, Tim Debat Indonesia mengikuti ajang kompetisi antar-universitas yang mempertemukan sekitar 315 tim terbaik dari 61 negara dari berbagai universitas di seluruh dunia.

(Baca juga: Institut dan Sekolah Tinggi Swasta Didorong untuk Merger Jadi Universitas)

Indonesia mengirimkan 13 tim yang terdiri dari 26 peserta dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Padjajaran, Universitas Bina Nusantara, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Brawijaya.

Bertempat di Universidad Tecnolgico de Monterrey kampus Sante Fe dan Club de Banqueros de Mexico, Tim Debat Indonesia bertanding tidak hanya mengasah kemampuan komunikasi berbahasa Inggris tapi juga berpikir kritis dan wawasan internasional. Para debater dituntut untuk menguasai segala macam topik yang diberikan beragam.

Nurcahyo, Dosen Universitas Negeri Yogyakarta, bertugas mewakili Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI mengatakan sejak tahun 2009, Kemristekdikti RI memfasilitasi tim debat terbaik Indonesia dari seleksi nasional untuk berlaga di WUDC.

Menggunakan sistem British Parliamentary, dalam WUDC 2018 yang berlangsung sejak 27 Desember lalu hingga 4 Januari dipertandingkan debat untuk tiga kategori, yaitu English as a Primary Language (EPL), English as a second Language (ESL), dan English as a Foreign Language (EFL). Tim Debat Indonesia, yaitu Tim UI-A terdiri dari Regina Cara Riantoputra dan Alif Azhadi Taufik, masuk dalam kategori ESL. Sementara tim lainnya di kategori EFL. Meski tidak menang, prestasi debater muda Indonesia sangat mengembirakan.

Menurut Nur Rifai Akhsan, wakil Kemristekdikti, Indonesia sudah tidak lagi menjadi negara yang hanya ikut dalam WUDC. Setiap tahun, Indonesia selalu memperoleh penghargaan.

Dalam WUDC 2018, Regina Cara Riantoputra (Tim UI-A) terpilih dalam Top Ten ESL Best Speaker, Dhanny Lazuardi Ramadhan (Tim UGM sebagai EFL Best Speaker ke-2, dan Noel Hasintongan (Tim UGM) EFL Best Speaker ke-4.

Tidak hanya itu, dalam WUDC 2018, Tim UI-A dan Tim UGM berlaga sampai ke Perempat Final ESL, Tim UI-B, Tim UI-D, dan Tim ITS masuk ke babak Semi Final EFL, dan Tim Binus ke Babak Final EFL. Hal ini membanggakan sekaligus menjadi tantangan untuk tahun mendatang, demikian Nur Rifai Akhsan dari Universitas Ahmad Dahlan.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini