Image

Sebuah Rumah Duka di Australia Dituntut karena Ganti Peti Jenazah

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 19:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 11 18 1843570 sebuah-rumah-duka-di-australia-dituntut-karena-ganti-peti-jenazah-zMVmz6eQiV.jpg Peti jenazah. (Foto: Alamy Stock Photo)

QUEENSLAND - Pemakaman adalah suatu hal yang menyedihkan dan meninggalkan duka terdalam. Tidak jarang beberapa orang mempersiapkan pemakaman sebaik mungkin sebagai tanda “perpisahan” yang baik. Namun apabila persiapan pemakaman tersebut dicurangi, pastinya akan menambah duka bagi keluarga, seperti kasus yang satu ini.

Pihak kepolisian sedang menyelidiki dugaan kecurangan yang dilakukan oleh sebuah rumah duka di Queensland, Australia. Sebuah keluarga menuduh rumah duka yang mereka percaya untuk mengurus prosesi kremasi neneknya mengganti peti mati kayu ek seharga USD1.700 atau sekira Rp22 juta dengan sebuah kotak pinus murahan sebelum kremasi nenek mereka dimulai.

Janice Cecilia Valigura, 74 tahun, disemayamkan di Rockhampton pada Senin 8 Januari. Namun keluarganya mengatakan bahwa jasad Valigura dikeluarkan dari peti jenazahnya, dibungkus dengan plastik, lalu diletakkan di peti kotak murah sebelum dikremasi. Surat perpisahan yang ditulis oleh cucu-cucunya dan diletakkan di dekat jasadnya dibuang begitu saja. Polisi Queensland telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki masalah tersebut.

"Kasus ini dilaporkan sebagai kecurangan dan itulah yang sedang diselidiki pada tahap ini," kata Sersan Detektif Craig Strohfeldt kepada wartawan, dinukil dari The Guardian, Kamis (11/1/2018).

"Itu hanya sebuah tuduhan pada tahap ini. Tetapi jika investigasi membuktikan bahwa sebuah pelanggaran telah dilakukan maka itu adalah hal yang mengejutkan," tambah Sersan Strohfeldt.

Rumah duka tersebut, Harts Family Funerals, menolak berkomentar. Pemilik dari rumah duka, Tony Hart, hanya mengatakan ada dua keluarga yang terlibat dalam kasus penggantian peti mati tersebut.

Presiden Asosiasi Direktur Pemakaman Queensland, Anton Brown, mengatakan bahwa peti mati yang berubah bukanlah praktik umum di industri pemakaman.

"Ini seperti membeli Mercedes dan mendapatkan Toyota Corolla. Ketika orang memilih pengurus pemakaman, mereka menaruh banyak kepercayaan pada orang itu," kata Brown.

Anak Valigura, Mick Valigura, mengatakan bahwa keluarga tersebut terkejut dengan apa yang telah terjadi. Menyesalkan apa yang telah terjadi, melalui situs resmi, pihak rumah duka berjanji untuk memberikan keluarga yang tengah berduka tersebut "perhatian khusus dan pribadi".

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini