nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih dari Setahun Dikepung, Tentara Uni Soviet Terobos Kepungan Pasukan Nazi di Leningrad

Griska Laras Widanti, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 11 18 1843686 lebih-dari-setahun-dikepung-tentara-uni-soviet-terobos-kepungan-pasukan-nazi-di-leningrad-n22dMSAeI1.jpg Foto: St. Petersburg.com

UNI Soviet memulai perlawanan balasan terhadap kepungan tentara Jerman di Kota Leningrad pada 12 Januari 1943. Pasukan negara tirai besi itu berhasil memecah blokade dan mendatangkan bantuan ke Danau Ladoga.

Saat menginvasi Uni Soviet pada Juni 1941, tentara Jerman langsung menuju ke Leningrad (saat ini bernama St. Petersburg). Beberapa bulan berselang, pasukan menyerbu dari barat dan selatan kota serta memboikot stasiun kereta Leningrad-Moscow. Mereka gagal menduduki pusat kota, namun enggan hengkang dari pusat pemerintahan Uni Soviet itu.

Tentara Nazi menerapkan strategi perang andalannya. Mereka tidak pergi ataupun menyerang hingga Uni Soviet menyerah. Jerman bermaksud  mengambil alih kota setelah Uni Soviet menyerah. Wilayah tersebut nantinya akan diberikan kepada sang sekutu--Finlandia yang juga tengah berkonflik dengan Uni Soviet.

Kepungan tersebut resmi dimulai pada 8 September 1941. Penduduk Leningrad membangun pertahanan antitank sebagai antisipasi serangan. Benteng itu berhasil melindungi semua penduduk kota. Tetapi di sisi lain mereka juga memutus semua akses vital untuk mendapat pasokan kebutuhan pokok.

Keadaan ini membuat lebih dari 650 ribu warga Leningrad meninggal akibat kelaparan, wabah penyakit, dan terluka akibat serangan pengeboman pasukan Jerman. Evakuasi dilakukan diam-diam dengan memprioritaskan orang sakit, orang tua, dan anak-anak. Dua juta orang lainnya tetap tinggal dalam keadaan itu memanfaatkan lahan terbuka untuk menanam sayuran.

Setelah setahun lebih hidup dalam kepungan, pasukan Soviet melakukan serangan balasan dan berhasil memukul mundur Jerman ke barat pada 27 Januari 1944. Perlawanan tersebut berlangsung selama 872 hari dan menjadi masa terkelam sepanjang sejarah Rusia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini