Image

Jepang Protes Patung Wanita Penghibur, Presiden Filipina Angkat Tangan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 05:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 11 18 1843742 jepang-protes-patung-wanita-penghibur-presiden-filipina-angkat-tangan-ilvbcc7weu.jpg Hubungan antara PM Jepang Shinzo Abe dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte tetap kuat (Foto: Ezra Azcayan/AFP)

MANILA – Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte, mengaku tidak akan merespons keberatan yang diajukan Jepang atas sebuah patung yang berdiri di Manila. Patung tersebut didirikan untuk memperingati para wanita penghibur yang didatangkan dari Filipina oleh Jepang pada masa Perang Dunia II.

Juru bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque mengatakan, hubungan dengan Jepang tetap kuat meski ada patung tersebut. Sebagai informasi, sekira 1.000 orang perempuan asal Filipina dipaksa bekerja sebagai budak seks di kamp-kamp militer Jepang selama Perang Dunia II.

“Patung tersebut bukan sebuah isu yang harus ditangani presiden. Itu terserah kepada masyarakat yang mendirikan patung untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Saya tidak yakin ini adalah isu yang berkaitan dengan hubungan diplomatik,” ucap Harry Roque, melansir dari Reuters, Jumat (12/1/2018).

BACA JUGA: Perempuan Korsel Korban Budak Seks Militer Jepang Meninggal Dunia

Patung berwarna perunggu itu didirikan di sebuah tempat wisata di Manila pada Desember 2017. Badan milik pemerintah, Komite Sejarah Nasional Filipina, turut membiayai pendirian patung tersebut.

Jepang, melalui Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Seiko Noda, menyatakan keberatan atas patung tersebut. Perempuan itu mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Rodrigo Duterte saat keduanya bertemu pada Selasa 9 Januari.

“Saya berbicara dengan singkat kepada presiden dan saya yakin dia mengerti,” tukas Seiko Noda dalam pernyataan yang dirilis di situs resmi Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang. Pernyataan senada diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang yang menyatakan pendirian patung wanita penghibur itu amat disesalkan.

BACA JUGA: Jepang Sesalkan Pendirian Patung Wanita Penghibur di AS

Isu wanita penghibur menjadi persoalan sensitif di Jepang. Isu tersebut bahkan menjadi salah satu sengketa utama antara Negeri Matahari Terbit dengan Korea Selatan karena Negeri Ginseng juga mendirikan patung wanita penghibur di beberapa tempat. Seoul juga hingga kini masih menuntut permohonan maaf tulus serta kompensasi bagi para korban dari pihak Jepang.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini