nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri LHK Beri Nama Bayi Anoa di Penangkaran ABC BP2LHK Manado

Subhan Sabu, Okezone · Kamis 11 Januari 2018 14:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 11 340 1843471 menteri-lhk-beri-nama-bayi-anoa-di-penangkaran-abc-bp2lhk-manado-miVgJviaZW.jpg

MANADO - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, beserta anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI berkunjung ke Anoa Breeding Centre (ABC) Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado untuk memberikan nama pada bayi Anoa yang lahir di ABC BP2LHK Manado.

BACA JUGA: Seekor Bayi Anoa Lahir dengan Selamat di Anoa Breeding Center Manado

Bayi anoa ini merupakan bayi kedua yang lahir di fasilitas ini. Sebelumnya pada 2017, seekor bayi Anoa yang lahir di tempat ini telah diberikan nama oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Ir. Jusuf Kalla, dengan nama "Maesa".

Bayi kedua Anoa ini lahir pada hari Rabu, 8 November 2017 pukul 21.38 WITA dari induk bernama Ana. Bayi betina ini lahir dengan berat sekitar 3,5 kg, panjang 60 cm, dan tinggi 50 cm. Hebatnya, proses kelahiran ini berlangsung normal dan alami, tentu saja dengan pengawasan tenaga medis dan peneliti di ABC. Saat ini bayi Anoa dalam kondisi sehat dan menunjukkan pertumbuhan yang baik.

ABC sendiri merupakan sebuah fasilitas pelestarian Anoa yang dikelola oleh BP2LHK Manado. Fasilitas ini sendiri diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada 5 Februari 2015. Dengan kelahiran bayi kedua ini, jumlah penghuni ABC saat ini menjadi 9 ekor Anoa yaitu: Rambo, Rocky, Rita, Denok, Ana, Manis, Stela, Maesa, dan Anoa yang baru lahir.

"Kelahiran kedua Anoa dalam satu tahun ini memberikan harapan dalam pelestarian Anoa. Hal inilah yang memberikan kegembiraan bagi KLHK, khususnya Badan Litbang dan Inovasi (BLI) yang telah mendukung dan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dalam upaya konservasi," ujar Agus Justianto, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK dalam sambutannya, Kamis (11/1/2017)

Kelahiran ini juga menunjukkan adanya kemajuan hasil penelitiaan yang signifikan dalam proses penangkaran Anoa yang dilakukan oleh BP2LHK Manado dengan dukungan para mitra.

Sebagaimana diketahui, Anoa merupakan hewan langka endemik Sulawesi yang saat ini termasuk dalam kategori terancam punah dalam IUCN Red List Of Threatened Animal (The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) dan dilindungi oleh Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Anoa juga digolongkan sebagai satwa terancam punah dan masuk kc dalam Apendix I CITES (The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna). Diperlukan upaya yang lebih kuat dari berbagai pihak dalam upaya mengembalikan kelestarian Anoa di alam.

Selain memberikan nama Anoa, dalam kunjungannya ke Manado Menteri LHK dan rombongan akan meluncurkan nama ilmiah spesies burung. Selain itu, Menteri akan menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara LIPI dan Badan Litbang dan Inovasi KLHK, LIPI dan Ditjen KSDAE serta Ditjen KSDAE dan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara tentang Pengelolaan Taman Nasional Bunaken, serta melakukan penanaman bibit tanaman Dilenia sp. (Leler) yang merupakan tanaman pakan yang disukai anoa di lokasi kandang ABC Manado.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini