Image

Soal USBN Esai, Siswa Diminta Tak Perlu Khawatir

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 17:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 11 65 1843600 soal-usbn-esai-siswa-diminta-tak-perlu-khawatir-lz0MsrYctb.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi menambah bobot soal esai sebanyak 10% pada ujian sekolah berstandar nasional (USBN) 2018.

Sebanyak tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) akan diujikan pada USBN tingkat sekolah dasar (SD). Sementara, tingkat SMP dan SMA sederajat akan menghadapi semua mata pelajaran pada USBN 2018.

Kendati demikian, siswa diminta tidak perlu khawatir sebab perubahan paling vokal hanya terjadi pada penyusunan soal, bukan pada teknis pengerjaannya.

“Prinsipnya sama, 20-25% soal disiapkan oleh pusat, 75-80% disiapkan oleh guru. Dan ini dikonsolidasikan di KKG untuk SD, serta MGMP untuk SMP dan SMA sederajat,” jelas Kepala Badan Penelitian & Pengembanga, Totok Suprayitno di Gedung A Kemendikbud, baru-baru ini.

Pelibatan KKG dan MGMP bertujuan sebagai wahana pengembangan profesionalisme guru dalam menyusun soal ujian. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengamini pernyataan ini.

“Selama ini, guru dimanjakan berbagai macam fasilitas dan tidak bisa membuat soal. Ini tidak sesuai dengan tugas pokok guru yang bertugas mengevaluasi. Oleh karena itu, lewat USBN, guru mengambil kembali peranan yang hilang,” imbuhnya.

Tidak hanya guru, capaian siswa selama belajar juga akan dilihat lewat keterampilan mereka dalam menajawab pertanyaan esai. Menurut Mendikbud, esai sangat efektif untuk menghindarkan siswa dari sikap spekulatif.

“Kita kan ingin menaikkan standar kompetensi siswa kita ke 4C, yaitu critical thinking, collaboration, communication skill, dan creativity and innovation. Tidak mungkin jika siswa hanya dipatok kemampuannya lewat soal-soal multiple choice. Karena itu, mereka harus mulai diarahkan nalar kritisnya,” tegasnya.

Mengenai teknis penyelenggaraan, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menyerahkan sepenuhnya kepada satuan pendidikan mulai dari bobot nilai, media pengisian, sampai dengan waktu pelaksanaan.

“Sekolah yang menentukan pembobotan nilai PG dan esai. Waktu pelaksanaan diserahkan kepada satuan pendidikan, boleh sebelum atau setelah ujian nasional (UN). Dengan catatan, guru harus menuntaskan seluruh kurikulum yang ada,” tutupnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini