China Keluarkan Peringatan Terkait Kabut Asap dan Polusi Udara di Musim Dingin

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 11:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 18 1843922 china-keluarkan-peringatan-terkait-kabut-asap-dan-polusi-udara-di-musim-dingin-hA8C3fNa40.jpg Kota Tianjin di China diselimuti kabut asap. (Foto: Reuters)

BEIJING - Pemerintah China mengeluarkan peringatan terkait polusi udara dan kabut asap yang akan melanda sejumlah wilayah. Menyusul dikeluarkannya peringatan tersebut, otoritas Negeri Tirai Bambu telah menetapkan langkah-langkah ketat seperti membatasi produksi industri.

Pemerintah China diketahuio mengeluarkan peringatan oranya pada Kamis 11 Januari. Peringatan oranye sendiri merupakan level tertinggi kedua dari sistem empat tingkat untuk mengukur polusi dan kabut asap. Sebagaimana dilansir dari Reuters, Jumat (12/1/2018), China khususnya Beijing telah berjuang memperbaiki kualitas udara sejak tahun lalu.

BACA JUGA: Krisis Kabut Asap, China Tahan Ratusan Orang

Pengumuman peringatan tersebut di antaranya mencakup wilayah Ibu Kota Beijing, Tianjin, Hebei dan sekitarnya mulai Jumat sampai 17 Januari 2018. Berdasarkan perkiraan pihak berwenang, wilayah Beijing, Tianjin, Hebei, Shanxi selatan, Shandong barat, Hebei utara akan dialanda udara beracun pada 13 Januari sampai dengan 15 Januari. Dan pada tanggal 15, tingkat polusi udara diperkirakan akan melonjak ke tingkat maksimal.

Menyusul dikeluarkannya peringatan oranye maka pabrik yang membuat perabotan rumah tanggam, semen dan industri berat lainnya harus membatasi produksi hanya 30% sampi 50% saja. Diperkirakan terdapat sekira 700 perusahaan yang harus mengurangi jumlah produksi mereka.

Selain mengurangi produksi perusahaan, Pemerintah China juga melarang pembakaran batu bara. Peringatan oranya juga sebelumnya telah dikeluarkan pada 15 November.

BACA JUGA: China Temukan Penyalahgunaan Dana Penanganan Kabut Asap

Sebanyak 28 kota dituntut untuk mengurangi polusi udara sebagai bagian dari program kampanye anti-asap di musim dingin. Mereka harus memenuhi target kualitas udara yang membaik terhitung dari Oktober 2017. Guna memenuhi target yang ditetapkan Kementerian Lingkungan China, kota-kota tersebut telah membatasi produksi industri, mengurangi jumlah kendaraan dan baru bara. Kendaraan bermotor sendiri dianggap sebagai salah satu penyumbang polusi asap yang paling tinggi.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini