Yordania Minta Dunia Dukung Badan PBB untuk Pengungsi Palestina

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 13:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 18 1843988 yordania-minta-dunia-dukung-badan-pbb-untuk-pengungsi-palestina-Q5MC1RCKbv.jpg Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi. (Foto: Alghad)

AMMAN - Yordania menggarisbawahi bahwa perlunya dukungan lanjutan kepada Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) sehingga dapat terus memberikan layanan kepada para pengungsi Palestina.

Dilansir dari Xinhua, Jumat (12/1/2018), sebuah pertemuan terjadi antara Komisaris Jenderal UNRWA, Pierre Krahenbuhl dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Yordania, Ayman Safadi. Menlu Safadi menegaskan bahwa penting bagi UNRWA untuk terus memberikan layanan di semua bidang kesehatan, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan terhadap para pengungsi Palestina.

BACA JUGA: PM Israel Ingin Badan PBB untuk Pengungsi Palestina Dihapus

Menlu Safadi juga mengatakan bahwa adalah tugas seluruh masyarakat internasional untuk mendukung UNRWA sampai keadaan darurat pengungsi Palestina diselesaikan sesuai dengan resolusi legitimasi internasional.

Kedua belah pihak juga membahas tantangan keuangan yang dihadapi lembaga tersebut, dengan mengatakan bahwa penting bagi masyarakat internasional untuk menyediakan dana bagi badan PBB tersebut untuk menghadapi tantangan, karena Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengurangi bantuan kepada UNRWA. Bahkan Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa UNRWA lebih baik dihapuskan.

BACA JUGA: AS Ancam Akan Hentikan Bantuan Dana terhadap Negara yang Tolak Keputusannya Terkait Yerusalem

“Saya punya usul yang simpel, pendanaan UNRWA seharusnya ditransfer kepada Badan Pengungsi PBB (UNHCR), dengan kriteria jelas yakni mendukung pengungsi yang sebenarnya, bukan pengungsi fiktif, sebagaimana terjadi di bawah UNRWA,” kata PM Netanyahu.

Amerika Serikat juga telah AS membekukan dana bantuan senilai USD125 juta atau Rp1,6 triliun untuk UNRWA. Pembekuan dilakukan hingga Washington selesai melakukan tinjauan ulang terhadap Otoritas Palestina karena dinilai enggan melanjutkan perundingan damai dengan Israel.

BACA JUGA: AS Bekukan Dana Bantuan bagi Pengungsi Palestina

Sebagaimana diberitakan, Amerika Serikat kerap mengancam akan menghentikan bantuan dana untuk negara yang dianggap tak menghargai kebijakannya. Bahkan Amerika Serikat juga sempat mengancam akan menghentikan bantuan dana bagi negara-negara yang mendukung resolusi PBB yang menyatakan agar Washington menarik keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini