nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemlu RI Konfirmasi Penangkapan 10 WNI Terkait Pembunuhan di Malaysia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 14:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 18 1844069 kemlu-ri-konfirmasi-penangkapan-10-wni-terkait-pembunuhan-di-malaysia-FCCTeKnX5O.jpg Ilustrasi.

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi adanya penangkapan terhadap 10 orang warga negara Indonesia (WNI) oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM) terkait pembunuhan seorang warga Malaysia di Shah Alam.PDRM masih mengejar tersangka utama dalam insiden yang terjadi pekan lalu itu.  

BACA JUGA: Terlibat Pembunuhan Penjual Kosmetik, 10 WNI Ditangkap di Malaysia

"Betul ada 10 WNI ditangkap oleh PDRM. Penangkapan terkait dengan 1 WN Malaysia yang terbunuh dan 1 WNI yang luka berat. Proses investigasi masih berlangsung untuk mengetahui tersangka utama," jelas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI/BHI) Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal saat dihubungi media, Jumat (12/1/2018).

"KBRI Kuala Lumpur telah memonitor kasus ini sejak awal penangkapan dan terus berkomunikasi dgn otoritas setempat," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 10 WNI termasuk dua orang perempuan ditangkap PDRM dalam penggerebekan pada 10 Januari. Mereka diduga terlibat pembunuhan seorang penjual kosmetik WN Malaysia di sebuah pasar malam di Shah Alam pada 5 Januari.

Korban yang diketahui bernama Mohd Nor Syazrin Rasdi itu meninggal akibat luka sayatan pada leher dan tubuhnya. Selain pria berusia 29 tahun itu, seorang pegawainya yang berkewarganegaraan Indonesia juga mengalami luka-luka.

Malay Mail Online, pada Rabu, 11 Januari melaporkan bahwa PDRM masih memburu empat tersangka utama pembunuhan tersebut.

BACA JUGA: Detik-Detik saat Siti Aisyah Ditangkap di Kamar Hotel

Iqbal menjelaskan, pihak Kemlu RI belum bisa memberikan informasi lebih jauh karena kasus ini masih dalam penyelidikan Kepolisian Malaysia. Namun, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur terus memantau perkembangan kasus ini.  

"KBRI Kuala Lumpur telah memonitor kasus ini sejak awal penangkapan dan terus berkomunikasi dgn otoritas setempat," tutup Iqbal.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini