nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Batalkan Rencana Kunjungan ke Inggris

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 16:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 18 1844171 trump-batalkan-rencana-kunjungan-ke-inggris-RvLDNkh2GN.JPG Presiden AS Donald John Trump (Foto: Carlos Barria/Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald John Trump, membatalkan kunjungan kenegaraan ke Inggris Raya. Pria kelahiran New York itu sebelumnya dijadwalkan menyambangi Negeri Ratu Elizabeth pada Februari untuk meresmikan Kedutaan Besar AS di lokasi yang baru di London.

Trump diketahui beberapa kali mengundur jadwal kunjungannya ke Inggris. Ia sempat mengatakan akan bertandang pada penghujung 2017 sebelum dikoreksi ke awal 2018 dan akhirnya dimundurkan lagi untuk waktu yang belum ditentukan.

“Alasan saya membatalkan kunjungan ke London adalah saya bukan pendukung keputusan pemerintahan Obama yang mungkin sudah menjual lokasi terbaik untuk kedutaan di London demi ‘kacangan’, hanya untuk membangun yang baru di lokasi senilai USD1,2 miliar,” cuit Presiden Donald Trump, mengutip dari Reuters, Jumat (12/1/2018).

“Kesepakatan yang buruk. Menginginkan saya untuk memotong pita? Tidak!” sambung pria berusia 71 tahun itu.

BACA JUGA: Mantap! Penuhi Undangan, Trump Akan Kunjungi Inggris pada Awal 2018

BACA JUGA: 100 HARI TRUMP: Dipuji May, Trump Janji Kunjungi Inggris

Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, diketahui sebagai kepala pemerintahan pertama yang mengunjungi Trump usai pelantikan pada Januari 2017. Ketua Partai Konservatif itu lantas mengundang Trump untuk berkunjung ke Inggris atas nama Ratu Elizabeth selaku kepala negara.

Pemerintah AS diketahui membangun lokasi baru untuk Kedutaan Besar mereka di pinggir Sungai Thames, London. Pengumuman pemindahan itu dilakukan sejak 2008 di bawah pemerintahan Presiden George Walker Bush, beberapa bulan sebelum Barack Obama naik jabatan, dengan alasan keamanan. Lokasi lama di Grosvenor Square tersebut akan dijual.

Amerika Serikat memilih untuk meninggalkan kompleks kedutaan yang sudah mereka tempati sejak 1960 tersebut. Area Grosvenor Square dikenal dengan sebutan ‘Amerika Kecil’ selama Perang Dunia II karena dijadikan pangkalan militer oleh Jenderal Dwight Eisenhower yang kelak menjadi Presiden AS.

Kompleks Kedutaan Besar AS baru yang berada di South Bank, dibangun menyerupai sebuah benteng, dan berjarak sekira 30 meter (m) dari bangunan di sekitarnya. Pembangunan kompleks tersebut menelan biaya USD1 miliar (setara Rp13,3 triliun) yang diambil dari dana penjualan properti lainnya di London.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini