Image

Hampir Mati Beku Demi Ikut Ujian, Bocah di China Dapat Sumbangan Rp35 M

Hotlas Mora Sinaga, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 18:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 18 1844240 hampir-mati-beku-demi-ikut-ujian-bocah-di-china-dapat-sumbangan-rp35-m-OmlhfmLGtD.jpg Foto: Weibo

BEIJING - Wang Fuman, seorang siswa sekolah dasar di China yang ke sekolah dalam kondisi pucat berlapis es kini bisa sedikit bernapas lega. Sumbangan uang tunai untuk dirinya dan sekolahnya sejauh ini mencapai lebih dari 17 juta Yuan (Rp35 Miliar).

Donasi sebesar 100 ribu Yuan (sekira Rp206 juta) juga telah diterima sekolahnya, Sekolah Dasar Zhuanshanbao. Uang itu akan dipakai untuk renovasi atau paling tidak dipasangi penghangat ruangan.

BACA JUGA: Bocah China Nyaris Mati Beku Setelah Jalan Kaki 4 Km demi Ikut Ujian Sekolah

Sekolah di Zhaotong, Provinsi Yunnan, itu menjadi terkenal semenjak foto Wang dengan rambut putih berlapis es beredar di internet. Siswa kelas 3 Zhuanshanbao itu hampir membeku karena harus berjalan sejauh 4,5 kilometer (km) dari rumah ke sekolahnya. Da harus menerjang udara bersuhu minus 9 derajat Celcius selama sekira satu jam perjalanan.

Wang mengatakan bahwa hari itu adalah hari pertama ujian akhir dan suhu turun terlalu cepat dalam waktu setengah jam saat dirinya sedang dalam perjalanan ke sekolah.

Banyak netizen yang bersimpati terhadap apa yang dialami Wang. Mereka yakin perjuangan bocah berusia delapan tahun tidak akan sia-sia kelak.

Pemerintah daerah bersama dengan relawan mendatangi Sekolah Dasar Zhuanshanbao dan memberikan subsidi musim dingin pertama kepada 81 siswa di sana.

Ayah Wang juga ditawari pekerjaan di kotanya dari China Construction Third Engineering Bureau. Total sumbangan uang tunai untuk membantu Wang dan sekolahnya sejauh ini mencapai lebih dari 17 juta Yuan (Rp35 Miliar).

Fuman merupakan salah satu dari jutaan anak-anak yang tinggal di daerah miskin China. Kisahnya telah menegaskan masalah ketidaksetaraan pendidikan di negara tersebut.

Untuk diketahui, siswa di pedesaan China memang banyak yang menempuh perjalanan dingin ke kelas tanpa pemanas ruangan. Sangat berbeda dengan orang tua kaya di kota-kota besar yang menghabiskan puluhan ribu yuan hanya untuk perkemahan musim panas.

Laporan China Global Times yang dilansir Straits Times, Jumat (12/1/2018) menyebutkan, siswa pedesaan tertinggal harus diberi lebih banyak dukungan pendidikan. Menurut tabloid itu, kepingan investasi harus diberikan agar akses ke sumber pendidikan lebih mudah diraih.

"Anak-anak yang mendapat keuntungan finansial memiliki banyak pilihan untuk berkembang, tapi bagi anak-anak pedesaan, pendidikan mungkin satu-satunya kesempatan untuk menaiki tangga status sosial," tulis tabloid itu dalam salah satu kolomnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini