nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Swiss Berlakukan Larangan Rebus Lobster dalam Keadaan Hidup

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 02:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 18 1844278 swiss-berlakukan-larangan-rebus-lobster-dalam-keadaan-hidup-rVFmFb3RGw.jpg Foto: Stock Image.

JENEWA - Lobster merupakan salah satu hidangan laut yang digemari oleh beberapa kalangan. Beberapa restoran biasanya menyajikan hidangan laut yang belum dimasak bahkan masih hidup agar para pengunjung bisa memilih atau tahu lebih pasti jika hidangan laut tersebut dalam keadaan segar. Namun di Swiss ada peraturan khusus mengenai cara memasak udang besar tersebut.

Pemerintah Swiss membuat sebuah aturan terkait cara memasak hidangan laut seperti lobster atau udang di restoran. Pihak pemerintah menetapkan bahwa cara memasak yang masih hidup tidak boleh langsung dimasukkan ke air yang masih mendidih.

"Udang hidup, termasuk lobster, mungkin tidak lagi diangkut di atas es atau di air es. Spesies air harus selalu dijaga seperti mereka berada di lingkungan alami mereka. Udang-udangan harus dalam keadaan tidak sadar sebelum mereka dimatikan (untuk dimasak)," kata undang-undang baru yang akan mulai berlaku pada Maret, kantor berita Swiss SDA melaporkan, dilansir oleh Xinhua, Sabtu (13/1/2018).

Aturan tersebut dibuat mengingat udang dan lobster merupakan makhluk hidup dan merebusnya dalam keadaan hidup akan membuat sebuah penderitaan. Peraturan serupa juga juga diberlakukan di negara tetangga, Italia, baru-baru ini. Sayangnya tidak semua warga Swiss setuju dengan peraturan tersebut.

"Apakah mereka menderita?" harian berbahasa Prancis Le Matin menyindir aturan tersebut.

"Kami meragukannya," katanya dengan gambar lobster rebus merah yang terlihat menggiurkan di halamannya.

Tak hanya berlaku untuk pengolahan lobster dan udang, peraturan baru tersebut juga untuk membuat sebuah perlindungan bagi anjing dengan cara menindak peternakan anak anjing ilegal dan melarang perangkat otomatis yang memukul anjing yang menggonggong.

Beberapa waktu lalu, aturan untuk menghargai hak binatang juga dibuat di Turki. Berbeda dengan Swiss, Turki membuat sebuah rancangan undang-undang (RUU) terkait perlindungan binatang. RUU tersebut diajukan untuk menjamin adanya hukuman penjara bagi siapa saja yang terbukti menyiksa binatang.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini