nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Misteri Ledakan Terdahsyat dalam Sejarah yang Belum Terpecahkan

Hotlas Mora Sinaga, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 08:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 18 1844300 misteri-ledakan-terdahsyat-dalam-sejarah-yang-belum-terpecahkan-ug7iW7Xez0.jpg Ilustrasi.

HARI yang bermula seperti biasa di sebuah hutan salju (taiga) di Siberia, Rusia tiba-tiba berubah jadi luar biasa pada 30 Juni 1908 saat sebuah benda besar berapi meledak di langit. Saksi mata mengatakan, bola api tersebut melintas dengan kecepatan tinggi sebelum meledak di langit di atas Sungai Podkamennaya Tunguska, Siberia yang saat ini dikenal dengan nama Krasnoyarsk Krai.

Penyebab ledakan hebat itu masih menjadi misteri bagi para peneliti meski telah lebih dari satu abad berlalu. Bahkan mungkin tidak akan ada yang akan pernah tahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi di atas taiga pada saat itu.

Besarnya bola api dan ledakan yang terjadi diperikirakan mencapai 48,7 meter sampai 100,5 meter. Dampak ledakan itu menghancurkan berkilo-kilo meter hutan taiga, meratakan sekira 80 juta batang pohon, dan membunuh ratusan rusa kutub.

Dahsyatnya ledakan tersebut menggetarkan bumi dan menyebabkan kaca-kaca jendela di kota terdekat yang berada lebih dari 50 kilometer dari lokasi kejadian. Menurut penduduk kota, panas dari ledakan dapat mereka rasakan, bahkan beberapa dari mereka terpental akibat gelombang yang dihasilkan.

Untungnya, ledakan tersebut terjadi di sebuah wilayah yang jarang ditinggali manusia, sehingga tak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut kecuali seorang gembala malang yang terpental ke pohon.Jika insiden mirip kiamat itu terjadi di kota besar seperti Moskow, mungkin ceritanya akan berbeda.

Pada 1921, sebuah ekspedisi ilmiah dikirimkan untuk meneliti kejadian misterius itu. Leonid Kulik, kurator Museum St. Petersburg yang berurusan dengan meteorit, adalah orang pertama yang mencoba melakukannya. Sayangnya, ekspedisi pertama Kulik mengalami kegagalan karena terhalang cuaca buruk yang membuat timnya tidak dapat mencapai lokasi kejadian.  

Enam tahun kemudain, Kulik kembali mengikuti sebuah ekspedisi penelitian Soviet soal ledakan di Tunguska itu dan kali ini dia berhasil mencapai tempat ledakan.

Upaya Kulik untuk meminta keterangan dari saksi mata penduduk lokal mendapat hambatan. Mereka tampaknya percaya bahwa ledakan tersebut adalah sebuah kejadian supernatural, bentuk kemarahan Dewa Ogdy yang mengutuk alam dengan menghancurkan pohon dan membunuh hewan tak bersalah. 

Meski sulit untuk mengumpulkan kesaksian, dampak dari ledakan dahsyat itu bisa dilihat dari lokasi kejadian. Hutan seluas 2072 kilometer persegi itu hancur dan ribuan bahkan ratusan ribu pohon roboh membentuk pola spiral.

Pohon-pohon itu tercabut dari akarnya mengarah ke titik benturan. Tidak ada tanda-tanda kepingan metorit atau kawah yang terbentuk.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan dan pemikir pun ikut mencoba menjelaskan kejadian itu.Namun karena sulitnya kejadian itu dipahami, muncullah  spekulasi-spekulasi mulai dari kecelakaan UFO hingga munculnya sebuah lubang hitam mini.

Meski begitu, kejadian tersebut masih bisa dijelaskan secara ilmiah, seperti kemungkinan adanya pecahan asteroid atau komet es kecil yang menabrak atmosfer bumi pada 30 Juni 1908.

Kejadian seperti itu pun tampaknya bisa diantisipasi saat ini. Teknologi dan kemajuan pendidikan membuat para astronom lebih paham bagaimana tata surya bekerja.

Namun, diskusi mengenai ledakan itu harus tetap dilakukan oleh para ahli. Apalagi, tragedi Tunguska ini 185 kali lebih dahsyat dari bom Hiroshima, Itu pun hanya perkiraan kasar. Guncangan juga terasa sampai Britania Raya yang berjarak ribuan mil dari Tunguska.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini