Image

Pilkada Serentak 2018, Pengamat Politik: Paslon Harus Hindari Black Campaign

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 06:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 337 1843838 pilkada-serentak-2018-pengamat-politik-paslon-harus-hindari-black-campaign-gmCWmK9GZD.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Pesta demokrasi dibeberapa daerah di Indonesia akan diselenggarakan pada tahun 2018, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Namun, ada sebagaian masyarakat khawatir akan munculnya kecurangan dalam perhelatan Pilkada itu.

Terkait hal itu, pengamat politik, Ahmad Bakir Ihsan mengatakan, agar tidak adanya kecurangan dalam Pilkada di 171 daerah di Indonesia. Masing-masing kandidat harus mengedepankan kompetisi secara fair, taat aturan, dan memasarkan kualitas diri.

"Para calon juga harus menghindari black campaign, terutama terkait SARA," ujar Bakir kepada Okezone, Jumat (12/1/2018).

 (Baca: 6 Potensi Kecurangan di Pilkada 2018 Versi Polri)

Bakir menjelaskan, bahwa partai politik juga harus terus mengawal calon-calon pemimpin masa depan melalui Pilkada melalui proses kaderisasi, bukan memunculkan orang yang dikaderkan secara dadakan.

"Jadi, Pilkada bisa menjadi pembelajaran politik yang konstruktif bagi masa depan demokrasi di tengah masyarakat yang terus belajar meyakinkan diri bahwa demokrasi adalah sistem terbaik sampai saat ini," pungkasnya.

 (Baca juga: Bawaslu Gandeng Polisi Pantau Medsos saat Pilkada 2018)

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini