Image

Setya Novanto Ajukan Justice Collaborator, Mahyudin: Buka Saja Semua!

Bayu Septianto, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 16:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 337 1844137 setya-novanto-ajukan-justice-collaborator-mahyudin-buka-saja-semua-CGsH28L3lI.jpg Setya Novanto. (Foto: Antara)

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin menilai positif langkah mantan Ketua DPR Setya Novanto yang mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) atau pelaku yang akan bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi E-KTP.

"Bagus dong kalau beliau bisa menjadi JC, itu saya kira sebuah langkah bagus. Saya kira buka saja semua. Jangan beliau mau jadi tumbal sendiri, melindungi orang," ujar Mahyudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Mahyudin meminta Novanto membuka siapa saja yang terlibat dalam kasus E-KTP. "Katanya ada yang lebih berkuasa daripada Novanto, buka saja semua, menurut saya begitu, termasuk duit-duit siapa yang dapat, dibuka saja semua," kata dia.

Wakil Ketua MPR itu menganggap dengan Novanto menjadi JC, bisa memperlihatkan rasa keadilan dalam pemberantasan korupsi. "Ini kan dalam rangka pemberantasan korupsi, jadi enggak ada koruptor yang bisa tidur dengan nyenyak menikmati hasil jarahan. Harus ditangkap," ungkap Mahyudin.

Diberitakan sebelumnya, Setya Novanto (Setnov) resmi mengajukan dirinya sebagai JC. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan KPK memang telah menerima surat pengajuan JC tersebut dari tim kuasa hukum Setya Novanto.

(Baca juga: Setya Novanto Ajukan JC, Kuasa Hukum: Jangan Sampai Dipermalukan)

"Tadi saya cek permohonan JC sudah diajukan ke penyidik," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Januari 2018.

Selanjutnya, sambung Febri, surat pengajuan JC dari pihak Setnov tersebut akan dipelajari oleh pimpinan dan penyidik KPK. Sebab, Setnov harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu untuk mendapatkan status JC.

Setya Novanto Jalani Sidang Lanjutan Kasus korupsi KTP Elektronik

Adapun, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi Setnov untuk mendapat status JC yakni, bukan pelaku utama, dapat mengungkap aktor yang lebih besar di perkara dugaan korupsi E-KTP, tahun anggaran 2011-2013.

(Baca juga: Setya Novanto Resmi Ajukan Status Justice Collaborator ke KPK)

Setya Novanto sendiri didakwa secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan ‎kerugian negara sekira Rp2,3 triliun dalam proyek pengadaan E-KTP. Novanto selaku mantan Ketua fraksi Golkar diduga mempunyai pengaruh penting untuk meloloskan anggaran proyek E-KTP yang sedang dibahas dan digodok di Komisi II DPR RI pada tahun anggaran 2011-2012.

Atas perbuatannya, Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini