Image

Peradi Gelar Sidang Etik Fredrich Yunadi Pekan Depan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 337 1844262 peradi-gelar-sidang-etik-fredrich-yunadi-pekan-depan-atXUtHbOz2.jpg Fredrich Yunadi (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) telah menerima surat permohonan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik dari Fredrich Yunadi, hari ini. Rencananya, Peradi akan menggelar sidang etik terhadap Fredrich pekan depan.

"Surat dari tim hukum saudara Fredrich hari ini baru kita terima. Rencananya Komwas (Komisi Pengawasan) Advokat akan pleno minggu depan," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Peradi, Victor W Nadapdap saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (12/1/2018).

Victor menjelaskan, Fredrich akan diproses oleh Dewan Kehormatan Peradi atas dugaan pelanggaran etiknya. Nantinya, Fredrich akan digali seputar kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP yang sedang ditangani KPK.

‎"Nah nanti baru diputuskan oleh Dewan Kehormatan. Saya sendiri di Komisi Pengawasan. Tapi, enggak lepas untuk mengawasi tingkah laku advokat seluruh Indonesia," terangnya.

Pemeriksaan terhadap dugan pelanggaran etik sendiri akan diproses sekira selama empat hari. Jika dibutuhkan, Peradi akan menggali kesaksian dari pihak-pihak yang semobil dengan Setya Novanto saat kecelakaan beberapa waktu lalu.

"Bisa cepat proses sidang etiknya, dua sampai tiga hari selesai untuk pemeriksaan.‎ Siapa pendukungnya, kalau perlu nanti kita panggil juga teman-temannya yang di mobilnya Setnov itu," katanya.

(Baca Juga: Fredrich Yunadi Diminta Tak Hambat Proses Hukum Kasus E-KTP di KPK)

Fredrich Yunadi sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keduanya ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan dengan sengaja merintangi, menghalangi, atau menggagalkan proses penyidikan perkara korupsi e-KTP, yang menjerat Setya Novanto.

(Baca Juga: Kuasa Hukum Pede Fredrich Yunadi Tak Akan Dijemput Paksa KPK)

Diduga, ada skenario jahat yang dilakukan oleh Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh untuk mengamankan Setnov pada saat mantan Ketua DPR RI tersebut menjadi buronan KPK atas kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeretnya.

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini