Image

Rekan Fredrich Yunadi Akui Ada di RS Permata Hijau Sebelum Setnov Kecelakaan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 21:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 337 1844355 rekan-fredrich-yunadi-akui-ada-di-rs-permata-hijau-sebelum-setnov-kecelakaan-TSHWRFfPD5.jpg Achmad Rudiansyah usai menjalani pemeriksaan KPK (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Anak buah Fredrich Yunadi, Achmad Rudyansyah ‎mengakui sedang berada di Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta sebelum Setya Novanto (Setnov) kecelakaan. Saat itu, dirinya sedang mengecek ruangan di rumah sakit itu.

Sebagaimana hal itu diakui Achmad setelah diperiksa‎ sebagai saksi terkait dugaan menghalangi atau merintangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP, yang menjerat Setya Novanto. Dia diperiksa untuk dua tersangka, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo.

"Sebenarnya saya itu memang ada di sana (di rumah sakit) cuma sebatas pengecekan tidak ada pemesanan,‎" ungkap Achmad di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

 (Baca: Fredrich Yunadi Baru Ajukan Surat Pemeriksaan Etik ke Peradi Hari Ini)

Achmad mengaku tidak tahu menahu terkait pemesanan satu lantai RS Medika Permata Hijau untuk Setya Novanto. ‎Kata Achmad, pada pemeriksaan ini, dia hanya dikonfirmasi seputar kronologis kejadian kecelakaan hingga Setnov dibawa ke rumah sakit.

"Kurang lebih 24 pertanyaan. Pertanyaan seputar kecelakaan sampai rumah sakit. Dijelasin apa yang sebatas aku tahu saja," terangnya.

Achmad Rudiansyah diketahui pernah melaporkan dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, Direktur Penyidikan (Dirdik), Aris Budiman, serta seorang penyidik KPK, Ambarita Damanik ke Bareskrim Mabes Polri.

Achmad melaporkan keempat pegawai KPK tersebut atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam membuat surat palsu.

 (Baca juga: Peradi Gelar Sidang Etik Fredrich Yunadi Pekan Depan)

Belakangan, KPK resmi mencegah lima orang untuk berpergian‎ ke luar negeri, salah satu yang dicegah yakni Achmad Rudyansyah. Achmad dicegah berpergian ke luar negeri terkait kasus dugaan merintangi atau menghalangi proses penyidikan e-KTP, yang menjerat Setnov.

Selain Achmad, terdapat empat orang lainnya yang dicegah berpergian ke luar negeri. Keempat pihak lainnya tersebut yakni, ‎Bimanesh Sutarjo; Fredrich Yunadi, Hilman Mattauch, dan Reza Pahlevi. Kelimanya dicegah ‎berpergian ke luar negeri untuk enam bulan kedepan.

Fredrich Yunadi sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo. Keduanya ditetapkan tersangka terkait dugaan menghalangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP, dengan tersangka Setnov.

Diduga, ada skenario jahat yang dilakukan oleh Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh untuk mengamankan Setnov pada saat mantan Ketua DPR RI tersebut menjadi buronan KPK atas kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeretnya.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimaesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini