nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejari Jakut Tahan WNA Norwegia karena Diduga Lakukan Pemalsuan Tanda Tangan

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 02:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 338 1843795 kejari-jakut-tahan-wna-norwegia-karena-diduga-lakukan-pemalsuan-tanda-tangan-RsaOCZ3lFR.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara menahan warga negara asing (WNA) asal Norwegia yang didakwa kasus pemalsuan tanda tangan dan penggelapan saham, dari limpahan Kejati DKI dan Polda Metro Jaya.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasie Pidum) Kejari Jakarta Utara Dicky Oktavia, mengatakan, WNA Norwegia bernama Morten Innhaug ini, telah melakukan pemalsuan tanda tangan mantan istrinya Yanti Sudarno untuk mengambil alih saham perusahaan perkapalan PT Bahari Lines Indonesia dan membuat korban bersama tiga anaknya terlantar.

"Pelaku ini, diduga telah memalsukan tanda tangan istri pertama. Kami sudah menahan dia. Morten didakwa menggelapkan 108 lembar saham senilai Rp1,2 Miliar dan berbagai aset lainnya dari mantan istrinya pertama ke istri kedua. Kalau kita amati kasus hukum ini sederhana, yakni sengketa harta dalam hal ini perebutan saham," ujar Dicky Oktavia, kepada wartawan, Jum'at 11 Januari 2018.

 (Baca: Ungkap Sindikat Pemalsuan STNK dan BPKB, Polda Metro Tangkap 7 Pelaku)

Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan melakukan penahanan kepada WNA tersebut selama 20 hari di Rutan Cipinang, namun bisa diperpanjang lagi bila belum ada putusan peradilan.

"Beberapa Barang bukti yang diterima oleh pihak Kejari Jakarta Utara yaitu, surat keputusan sirkulir dari para pemegang saham pengganti RUPS, surat perjanjian pengikat jual beli saham, rekening koran, dan berbagai barang bukti lainnya," tuturnya.

 (Baca juga: Diduga Palsukan Dokumen, GMPG Polisikan Tiga Petinggi Partai Golkar)

Ia menjelaskan, peradilan di PN Jakarta Utara nantinya akan dilakukan secara terbuka dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati DKI Rizki dan Zulfikar Nasution serta Mat Yasin perwakilan dari Kejari Jakut bertindak sebagai tim JPU.

"Jadi, Polda Metro Jaya, menangkap WNA Norwegia bernama Morten Innhaug atas dugaan tindak pidana pemalsuan, menempatkan keterangan palsu, serta penggelapan yang tercantum dalam Pasal 263, 266, 372 KUHP pada 13 November 2017 di Hotel Aston Marina, Jakarta Utara," pungkasnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini