Image

Penjual Surat Dokter Palsu Ditangkap: Harga Jual Capai Rp500 Ribu

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 15:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 338 1844099 penjual-surat-dokter-palsu-ditangkap-harga-jual-capai-rp500-ribu-Vqz3dSsJRQ.jpg jumpa pers kasus surat dokter Palsu di Mabes Polri. Foto Okezone/Achmad Fardiansyah

JAKARTA - Bareskrim Siber menangkap tiga orang pelaku penjual surat keterangan sakit palsu yang sudah beraksi enam tahun.

Kasubdit II Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Sarifuddin mengatakan ketiga pelaku penjual surat keterangan sakit palsu itu diketahui dua perempuan dan satu laki-laki berinisial MJS dan NDY sedangkan pelaku laki-laki adalah MKM. Ketiganya ditangkap di lokasi yang berbeda.

"MJS ditangkap di Duri Kosambi Cengkareng, NDY ditangkap di Batu Ceper Tangerang dan MKM di tangkap di Pondok Randu Cengkareng," katanya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Di hadapan petugas, para pelaku mengaku menjual surat dokter bagi pemesannya untuk bolos kerja maupun tidak masuk kuliah.

"Para tersangka mengaku menjual surat sakit melalui akun blog dengan nama akunnya Jasasuratsakit.blogspot.com," ucap Asep.

Dikatakannya, para tersangka menjual surat keterangan sakit palsu itu bervariatif mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Orang-orang yang membutuhkan alasan tidak masuk kerja atau kuliah dalam satu hari mencapai ratusan ribu rupiah," ungkapnya.

Untuk menyakinkan para pelanggan, para pelaku mencari nama-nama dokter secara acak, sehingga dengan adanya nama dokter beserta tanda tangannya membuat perusahaan dan kampus tidak curiga terhadap surat abal-abal tersebut.

"Para tersangka mendapatkan nama-nama dokter yang menandatangani surat itu, mereka melakukan secara acak untuk surat tersebut," ungkap Asep.

Ketiga tersangka juga membuat akun di Instagram dengan nama @Suratsakitjkt. "Selain di blog, para tersangka membuat WhatsApps dengan nomer 081271538781 dan Instagram," tambahnya.

Atas perbuatanya para tersangka akan dijerat pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) UU nomer 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 73 ayat (1) jo pasal 77 UU no 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini