Image

Polisi Simpulkan Pembunuhan Arsitek Oleh Tukang Pijat Dilakukan Spontan

Apriyadi Hidayat, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 20:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 338 1844315 polisi-simpulkan-pembunuhan-arsitek-oleh-tukang-pijat-dilakukan-spontan-CBMxi8ELgr.jpg Rekonstruksi kasus pembunuhan arsitek oleh tukang pijat di Depok. (Foto: Apriyadi Hidayat/Okezone)

DEPOK – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi atas kasus pembunuhan terhadap seorang arsitek bernama Feri Firman (50) oleh tersangka Acep Mulyadi (20) di Kompleks Poin Mas, Rangkapan Jaya, Pancoranmas, Kota Depok, Jumat (12/1/2018).

Tersangka melakukan 57 adegan, mulai dari ia datang, memijat dan membunuh korban hingga kabur. Dari rekonstruksi yang dilakukan, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Stevanus Tamuntuan menyimpulkan jika pembunuhan dilakukan secara spontan dan pelaku maupun korban tidak memiliki kelainan seksual.

"Hasil prarekonstruksi diketahui bahwa motif pembunuhan tersebut karena sakit hati. Ada kata-kata yang membuat kesal pelaku. Kemudian korban ditusuk hingga sekarat lalu ditinggalkan," ucap Stevanus.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Stevanus Tamuntuan. Foto: Apriyadi Hidayat/Okezone

Pelaku ditusuk pada bagian leher sebelah kanan. Pelaku yang melihat korban tak berdaya usai ditusuk, meninggalkannya untuk lari ke daerah Bogor.

"Pelaku datang ke rumah korban untuk meminjam uang karena pelaku ingin membayar kontrakan orang tuanya. Di rumah korban, Acep sempat disuruh memijat. Korban bilang kamu (Acep) pikirannya uang melulu. Pelaku sakit hati dan menusuk di leher kanan," jelasnya.

Stevanus juga menegaskan, kasus tersebut merupakan murni kriminal dan dilakukan secara spontan tanpa perencanaan.

Rekonstruksi kasus pembunuhan arsitek di Depok yang dilakukan tukang pijat. Foto: Apriyadi Hidayat/Okezone

Di tempat yang sama, Ketua RW 11, Rangkapan Jaya, Pancoranmas, Wahyudi menyatakan, Feri Firman merupakan sosok yang baik dan selalu bersosialisasi dengan warga. "Begitu pisah dari istrinya 5 tahun lalu dia jarang ke luar rumah," ujarnya.

(Baca Juga: Polisi Temukan Kejanggalan Kasus Pembunuhan Arsitek di Depok)

Ia menambahkan, korban beserta keluarga pindah ke Perumahan Poin Mas pada 2006. Feri dikenal warga sebagai arsitek dan setiap hari tamunya banyak.

"Korban juga dikenal suka klenik. Rumah korban juga sering dipakai pengajian kumpulnya kadang siang kadang juga habis maghrib," katanya.

(Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Dugaan Kelainan Seksual di Balik Pembunuh Arsitek di Depok)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini