nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PVMBG: Gunung Agung Kembali Erupsi adalah Hal Biasa karena Berstatus Awas

Oris Riswan, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 14:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 525 1844043 pvmbg-gunung-agung-kembali-erupsi-adalah-hal-biasa-karena-berstatus-awas-hfvwoDdZYX.jpg Gunung Agung kembali erupsi. (Foto: BNPB)

BANDUNG – Gunung Agung kembali erupsi pada Kamis 11 Januari 2018 pukul 17.54 Wita. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberi penjelasan mengenai kondisi terkini gunung setinggi 3.142 meter dari permukaan laut (MDPL) itu.

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan, erupsi di Gunung Agung adalah hal biasa. Apalagi jika gunung tersebut berstatus Awas (level 4).

Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali, ini berstatus Awas sejak 27 November 2017. Sementara aktivitas vulkanik tertinggi di sana sudah terjadi sejak September 2017.

"Kejadian (erupsi) seperti ini adalah hal biasa karena memang erupsi dalam status Awas," kata Kasbani di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/1/2018).

(Baca: Gunung Agung Kembali Erupsi Pasca-Radius Bahayanya Diturunkan)

Kepala PVMBG Kasbani. (Foto: Oris Riswan/Okezone)

Sebagaimana diketahui, kemarin Gunung Agung mengalami beberapa kali erupsi. Intensitas maksimum erupsi terjadi pada 27–28 November 2017 dengan ketinggian kolom erupsi abu mencapai sekira 4 ribu meter di atas puncak kawah atau lebih dari 7 ribu meter di atas permukaan laut.

Setelah itu, sebenarnya sempat terjadi beberapa kali erupsi dengan ketinggian antara 500–1.000 meter dari atas puncak gunung. Tetapi, biasanya erupsi terjadi malam hari sehingga tidak terlalu menyita perhatian.

"Sebenarnya hal ini sering terjadi malam hari," ucap Kasbani.

Dalam erupsi kemarin, ketinggiannya juga terbilang rendah jika dibanding pada 27–28 November 2017. "Erupsi kemarin ketinggian kolom abu sekira 2.500 meter di atas puncak gunung," ungkapnya.

Kasbani mengatakan, PVMBG tetap merekomendasikan agar kawasan Gunung Agung disterilkan dari aktivitas manusia sejauh 6 kilometer. Demi keselamatan, sebaiknya jangan ada yang beraktivitas di area 'terlarang'.

PBMVG sendiri terus melakukan pemantauan terhadap Gunung Agung. Sehingga ketika ada peningkatan aktivitas vulkanik di lokasi, petugas PVMBG bisa langsung menginformasikan kepada pihak terkait untuk diambil langkah selanjutnya.

"Kami akan terus memantau secara intensif perkembangan Gunung Agung ini dengan berbagai metode dan berbagai parameter," jelasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini