Suu Kyi Sebut Pengakuan Militer Tentang Pembunuhan 10 Rohingya adalah Langkah Positif

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 19:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 13 18 1844514 suu-kyi-sebut-pengakuan-militer-tentang-pembunuhan-10-rohingya-adalah-langkah-positif-5o1yExJzQb.jpg Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. (Foto: Reuters)

YANGON - Pemimpin de Facto Myanmar, Aung San Suu Kyi memberi pernyataan resmi terkait pengakuan pihak militer terkait pembunuhan sepuluh warga Rohingnya. Perempuan berusia 72 tahun itu menyebut, pengakuan tersebut merupakan sebuah langkah positif.

Sebagaimana diketahui, pihak militer Myanmar selama berbulan-bulan terus menyangkal pembunuhan terhapada warga Rohingnya pada 2 September 2017, di Desa Din Din, Rakhine. Kala itu, sepuluh jasad ditemukan terkubur secara masal dalam sebuah lubang yang tek tertutup dengan baik.

BACA JUGA: Militer Myanmar Akui Membunuh 10 Orang Etnis Rohingya

Menyusul insiden tersebut, kelompok hak asai manusia telah menuduh Aung San Suu Kyi terlibat karena menolak mengecam pelanggaran HAM dilakukan oleh militer.

Suu Kyi sendiri menyatakan respon atas pengakuan ini usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Hirofumi Nakasone pada Jumat 12 Januari 2018.

"Pengakuan ini adalah sebuah langkah baru yang diambil negara kita. Pada akhirnya, peraturan hukum di negara ini adalah tanggungjawab kami semua. Ini adalah indikasi positif bahwa kita akan mengambil langkah-langkah untuk mereka yang bertanggungjawab dan melakukan pelanggaran," ujar Suu Kyi sebagaimana diwartakan AFP, Sabtu (13/1/2018).

BACA JUGA: Militan Rohingya Sebut Tak Punya Pilihan Kecuali Melawan Pasukan Myanmar

Militer atau pasukan keamanan Myanmar sendiri setidaknya tercatat telah melakukan pelanggaran hak asasi yang mengerikan di seluruh negeri selama 50 tahun masa pemerintahan. Suu Kyi diketahui telah diharapkan akan mejadi sosok yang meredam kebrutalan para militer. Akan tetapi, hal tersebut belum tercapai

Para pengamat berharap bahwa perempuan yang pernah memenangkan Nobel Perdamaian itu akan terus berusaha untuk mencegah kebringasan para militer.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini